KPU Pasaman Launching Pengumuman dan Uji Publik DPS Pemilihan Serentak Lanjutan 2020

  • Whatsapp

Lubuk Sikaping – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasaman menggelar konferensi pers launching pengumuman dan diskusi uji publik Daftar Pemilih Sementara (DPS) pemilihan serentak lanjutan 2020. Seperti diplenokan sebelumnya, DPS Pasaman tercatat 192.639 pemilih.

Uji publik langsung dilakukan bersama awak media Pasaman. Satu per satu awak media dicek keabsahan datanya. Apakah terdaftar dalam DPS atau ada data yang salah untuk diperbaiki.

Bacaan Lainnya

“Substansi uji publik paling besar ini memang di tingkat kejorongan. Kami bakal terjun ke lapangan untuk memastikan uji publik ini sukses dan sesuai target,” kata Ketua KPU Pasaman, Rodi Andermi didampingi Komisioner Eria Candra dan Taufiq serta Kasubag Rosihan Anwar, Sabtu (19/9).

Selain uji publik, DPS ini juga bakal diumumkan oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat kecamatan hingga nagari dan jorong.

Dikatakan, Rodi Andermi, bila ada masyarakat tidak menemukan namanya di lembaran DPS yang diumumkan, masyarakat bisa sampaikan datanya kepada PPS atau PPK KPU Kabupaten Pasaman di tempat dimisili dengan mengisi Formulir Model A.1.A-KWK.

Untuk mencek apakah terdaftar atau tidaknya juga bisa di websitenya KPU, di https://lindungihakpilihmu.kpu.go.id.

“Kita juga bakal menayangkan kepada umum berkas-berkas DPS ini, apakah itu per TPS atau jorong yang direncanakan. Target kita dimanapun ada akses publik yang bisa diakses maka disitu bakal ditayangkan DPS,” lanjut Taufiq.

Diakui Taufiq, sebelum ditetapkan sebagai DPT, DPS melewati lima tahapan. Mulai dari launching DPS, pengumuman, uji publik, sosialisasi hingga tanggapan masyarakat atas DPS ini.

“Bentuknya memang sederhana, namun tidak seperti bentuknya. Tahun ke tahun masalah krusial ini adalah di DPS dan DPT. Saat DPS diumunkan dan disosialisasikan atau diuji publik, masyarakat partisipasinya rendah. Saat pencoblosan, baru muncul masalah belum terdaftar lah, pindah lah atau ada data yang salah, banyak ragamnya. Kita tentu tidak ingin ini terjadi,” tegas Taufiq. (Hen)

Pos terkait