Ciptakan Produk Bernilai Tinggi, Desainer Muda Rumah Batik TBIG Digembleng IFC

PEKALONGAN – Rumah Batik TBIG kembali melahirkan 15 lulusan fashion desainer batik melalui Pelatihan Young Batik Entrepreneurs Fashion Fellowship 2026. Sebulan para peserta ‘digembleng’ oleh para desainer yang tergabung dalam Indonesia Fashion Chamber (IFC), yakni Dina Midiani dan Taruna Kusmaryuda Kusmayadi (Senior Advisor) dan Neera Alatas Sekretaris Jenderal).

“Program Young Batik Entrepreneurs Fashion Fellowship 2026 sudah berlangsung selama dua tahun ini. Dan mereka yang diwisuda ini adalah batch kedua,” ucap Taruna Kusmaryuda Kusmayadi seraya menyebutkan IFC diajak kerjasama oleh PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG) melalui CSR Bangun Budaya untuk melahirkan para perajin agar mampu menghasilkan produk batik bernilai tinggi yang berorientasi pasar.

“Kami membuat kurikulum/silabus yang diajarkan kepada anak muda berbakat terpilih. Selama sebulan kami melatih mereka baik secara online maupun offline, dengan narasumber/pembicaranya member IFC yang berjumlah 280 desainer se-Indonesia,” ucapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, Neera Alatas, para peserta tidak diajarkan membatik secara teknik, melainkan arahan bagaimana batik motif berdasarkan konsep, bukan meniru yang ada di pasaran. “Kita para desainer harus punya ciri khas istilahnya DNA dari motif itu. Punya cerita, konsep hingga akhirnya warna dan bentuknya pun diarahkan. Sehingga menghasilkan ide tidak terbatas lagi dan tidak meniru lagi/plagiat,” jelasnya.

Ditegaskan Neera Alatas, seorang fesyen desainer ataupun membatik, adalah mereka yang mampu menciptakan hal baru, bukan peniru. Hal senada juga disampaikan Advisor IFC Dina Midiani. “Kami melatih mereka konsep terbaru sesuai dengan pasar mode internasional. Agar batik Indonesia warisan budaya dunia terus berinovasi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman,” ucapnya.

Baca Juga  Cair Uang Gratis Rp600 Ribu dari Aplikasi Penghasil Uang Ini

Dia mengharapkan dengan pelatihan dapat menghasilkan generasi baru pertahankan produksi batik tulis ke dalam produk yang diminati pasar. Harapan serupa pun dikatakan, Chief of Business Support Officer TBIG, Lie Si An mengatakan pelatihan membatik mampu menghasilkan alumni yang mampu membuat dan menjadikan batik sebagai produk yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka dan masyarakat di sekitarnya. (009)