Calon Anggota GMNI Pasaman Sambangi Petani Terjun ke Sawah

LUBUK SIKAPING – Calon anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) kota yang tengah mengikuti Kaderisasi Tingkat Dasar melakukan aktivitas unik untuk mendalami nilai-nilai Marhaenisme secara utuh dengan terjun langsung ke hamparan sawah dengan menyambangi kaum tani.

KTD GMNI yang bertemakan “Membangun Kader Marhaenis yang Progressive Revolutioner di Era Industri 4.0 Dalam Mewujudkan Cita-cita Proklamasi 17 Agustus Tahun 1945” bertempat di Kejorongan Ambacang Anggang, Nagari Air Manggis, Kecamatan Lubuksikaping Kabupaten Pasaman, Minggu (22/8).

Menarik dan Unik, disela sela kegiatan kaderisasi ini, Panitia pelaksana KTD GMNI Kabupaten Pasaman yang di ikuti oleh 53 anggota GMNI dari GMNI Pasaman, GMNI Kota Padang, GMNI Bungo Jambi dan GMNI Pasaman Barat ini melakukan anjangsana langsung ke hamparan persawahan warga, melakukan praktek penanaman padi dan dialog dengan petani (marhaen) guna mendengarkan keluhan keluhannya.

Ketua Pelaksana acara, Sarinah Sarina mengatakan, agenda KTD tersebut berlangsung selama 3 hari, dimulai dari hari Jumat sampai Minggu (20-22/8), dengan tujuan mematangkan pola pikir anggota GMNI untuk menjadi seorang kader.

“KTD merupakan rangkaian pasca anggota GMNI telah mengikuti PPAB maka di KTD ini lah pematangan kader untuk persiapan pengabdian kepada rakyat dan menjadi pengurus GMNI,” ucap Sarina disela-sela kegiatan.

Baca Juga  INI Dharmasraya Bantu Sembako untuk Tukang Ojek

Kendati demikian, kata Sarina KTD kali ini berbeda karena harus menyesuaikan dengan protokol kesehatan covid-19.Di era PPKM ini tentu sikap kritis dan pembangunan pola pikir anggota GMNI Pasaman tetap mengkonstruksi bukan malah menjadi pembatas gerak bahkan halangan berfikir.

Dipandu oleh pemateri aktualisasi marhaenisme sekretaris DPD PA GMNI Sumbar, Haryadi dan kawan kawan mengatakan seorang kader GMNI yang merupakan pejuang pemikir-pemikir pejuang haruslah progressive, mampu menganalisa dengan cepat kejadian disekitarnya, yang muaranya kader GMNI adalah pejuang kaum marhaen.

Acara KTD yang menyuguhkan materi mulai dari pengantar politik indonesia, manajemen organisasi, kesarinahan, analisa sosial, teknik sidang dan aksi, marhaenisme, nasionalisme dan etika marhaenisme, landreform, dan advokasi dan pengorganisiran menyuguhkan pemateri pemateri yang kompeten yang merupakan alumni GMNI diberbagai derah.

Sementara itu Ketua DPC GMNI Kabupaten Pasaman, Wahyudi didampingi Sekretaris Cabang Muhammad Muda Harahap mengatakan, Kaderisasi ini untuk menegaskan aktifitas organisasi yang menjadi ketentuan bagi GMNI sebagai organisasi kader dalam rangka membentuk dan menggembleng kader untuk dapat menjadi manusia dan anggota serta kader bangsa yang sebaik-baiknya.

Baca Juga  KPBU, Terobosan Cemerlang Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan

“KTD merupakan bagian dari Kaderisasi formal dengan tahapannya yang paling utama untuk dapat dipastikan berjalan dengan sebaik-baiknya didalam tubuh organiasi. Kaderisasi formal ini wajib membangun kesadaran, memberikan pengetahuan, meningkatkan kemampuan kepada anggota GMNI yang mengikuti kaderisasi,” ujar Wahyudi.

Kemudian, Wakil Ketua Kaderisasi DPP GMNI Pusat, Rezki Adminanda menjelaskan bahwa tahapan kaderisasi formal di GMNI dapat dikenal sebagai tahapan kaderisasi wajib dilaksanakan dan diikuti yaitu setelah menjadi anggota melalui PPAB, maka tahapan kaderisasi yang harus di ikuti ialah Kaderisasi Tingkat Dasar.

“Dengan pemahaman ideologi Pancasila yang baik didukung dengan keyakinan atas ideologi tersebut, maka para anggota calon kader tersebut diharapkan akan mampu menjalankan tugas-tugas perjuangan secara konsisten mulai dari metode berfikir yang dipakai hingga pola prlikau keseharian demi cita-cita keadilan sosial dan juga kader telah siap menjadi bagian dari perjuangan rakyat dan demi mengawal jalannya proklamasi 17 Agustus 1945”. (Hendra)