Solok  

Bursa Pilkada Kota Solok, Nama Surya Tri Harto Ikut Mencuat

Surya Tri Harto

Solok – Pemilu 2024 baru saja berakhir. Warga Kota Solok kini mulai hangat memperbincangkan hajatan pilkada yang akan dihadapi 9 bulan ke depan.

Sejalan dengan itu, beberapa nama kini mulai masuk dalam bursa pilkada Kota Solok. Ada sejumlah nama lama yang terus menguat dan ada juga nama baru yang saat ini turut menghiasi ruang publik.

Adapun nama – nama calon yang masuk dalam bursa pilkada Kota Solok terupdate saat ini antara lain Ramadhani Kirana Putra saat ini menjabat sebagai Wakil Walikota Solok. Dhani sebelum menjabat sebagai Wawako dan mantan anggota DPRD 2 periode.

Pilihan maju berpasangan dengan Zul Elfian Umar pada pilkada 2019 lalu membawa karir politik Dhani semakin bersinar. Kini, Dhani berpeluang mengantikan posisi yang ditinggalkan Zul Elfian Umar. Pilkada kali ini Zul Elfian Umar tidak mungkin lagi maju.

Sebagaimana diketahui, Buya sapaan Zul Elfian Umar akan mengakhiri jabatan untuk periode keduanya November tahun ini.

Sejumlah langkah politik Dhani mengejar kursi BA 1 P untuk kelanjutan karir politikus muda itu sudah jauh waktu terbaca diruang publik. Safari politik Dhani dipenghujung jabatannya sebagai Wakil Walikotapun dirasakan meningkat di tengah masyarakat.

Kedua, Leo Murphy, saat ini masih aktif sebagai anggota DPRD Kota Solok. Nama Politisi muda yang dilabel dengan panggilan ‘ bung cilik’ itu mencuat sejak setahun yang lalu.

Aksinya melawan Bupati Solok Epyardi Asda yang sempat viral sempat melambungkan namanya. Leo, digadang-gadang bakal menjadi salahsatu konstestan pesaing incumbent.

Menurut banyak tokoh, untuk Kota Solok lebih maju perlu dipimpin sosok yang cerdas dan berani. Sosok itu menurut beberapa tokoh adalah Leo Murphy.

Ketiga, Nofi Candra, mantan anggota DPD RI yang saat ini merupakan politisi P. Gerindra. Bagi Kota Solok Nofi Candra bukanlah sosok asing diruang publik. Putra asal Saning Bakar itu kini turut mencuat kuat masuk bursa pada Pilkada Kota Solok.

Nama keempat yang masuk bursa dan saat ini menarik perhatian publik Kota Solok yakni I.r H. Surya Tri Harto. Ia adalah profesional bisnis dan praktisi perminyakan yang saat ini memegang amanah sebagai Director of Human Capital & Corporate Services PT Pertamina International Shipping, salah satu Sub Holding Pertamina di bidang Integrated Marine Logistic.

Baca Juga  Diduga Lakukan Pelanggaran, Tim Hukum NC-LM Kadukan Cawako Ramadhani Kirana Putra ke Bawaslu

Dalam pendidikan eksekutif ia telah mengikuti General Management Program di Harvard Bussiness School, Amerika Serikat tahun 2012 serta Global Executive Development Program, kerjasama Pertamina dengan INSEAD Singapore tahun 2014.

Sementara dalam pendidikan akademik lanjutan, ia meraih gelar Magister Teknik dalam bidang Manajemen Proyek dari Uninversitas Indonesia pada tahun 2002 serta Master of Bussiness Administration (MBA) dari Universitas Gadjah Mada tahun 2009.

Riwayat Pribadi

Surya Tri Harto lahir di Solok 21 Oktober 1966 dari ayah bernama Syamsuar berasal Nagari Saning Bakar, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat dan ibu bernama Yasminar yang berasal dari Nagari Koto Laweh, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Kedua orang tuanya berprofesi guru. Terakhir pengabdian ayahnya berakhir sebagai Kepala Sekolah di SMP Negeri Sumani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok.

Dalam perjalanan hidupnya, Surya menghabiskan masa kecilnya di Kota Solok sampai menyelesaikan pendidikan menengahnya di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Solok.

Ia melanjutkan pendidikan sarjana di Fakultas Teknik Universitas Andalas Jurusan Teknik dan lulus pada tahun 1991, dan kemudian berkiprah di Pertamina, sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang minyak dan gas (migas)

Karier

Sebagai praktisi perminyakan, ia telah menjalani berbagai penugasan yang memperkaya dirinya dengan berbagai pengetahuan, keterampilan dan pengalaman baik di dalam maupun di luar negeri di bidang Engineering, Project Management, Operation Management, Supply Chain Management, Sales & Marketing, Strategic Planning, Business Development, Business Partnership & Negotiation Management serta Leadership.

Memulai karirnya di Pertamina sebagai engineer staff, ia pernah memegang berbagai jabatan mulai dari Business Development Manager, Supply Chain Management & Infrastructure Manager, Vice President Ship Chartering & Performance, Vice President Petroleum Product Operation[3] dan saat ini memegang amanah sebagai Director of Human Capital & Corporate Services PT Pertamina International Shipping, salah satu Sub Holding Pertamina di bidang Integrated Marine Logistic.

Baca Juga  NPHD Kabupaten Solok dan Solsel Masih Belum Sepakat

Aktivitas Organisasi dan Sosial Kemasyarakatan

Sejak di Sekolah Menengah Pertama, ia telah dipercaya memimpin organisasi diantaranya sebagai Ketua Umum Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMP Negeri 2 Solok, serta Sekretaris Umum OSIS di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Solok.

Semasa kuliah, ia pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Andalas periode 1987-1990. Setelah berkiprah sebagai profesional bisnis, ia juga memiliki aktifitas organisasi kemasyarakatan dengan menjadi pendiri dan terpilih sebagai Ketua Umum Keluarga Alumni Fakultas Teknik Universitas Andalas (KATUA) dalam dua kali Kongres KATUA periode 2005 – 2010 serta periode 2010-2015.

Pada tahun 2016, ia ikut serta dicalonkan dalam pemilihan Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Andalas periode 2016-2021. Proses pemilihan berlangsung dengan bergairah diantara dua calon yaitu Surya Tri Harto dan Asman Abnur yang saat itu adalah Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Pemilihan berakhir dengan antiklimaks dengan musyawarah mufakat yang menetapkan Asman Abnur sebagai Ketua Umum dan Surya Tri Harto sebagai Wakil Ketua Umum/Ketua Harian IKA Unand Periode 2016-2021.

Di tengah kiprahnya sebagai profesional bisnis di BUMN, ia juga dipercaya menjadi Anggota Dewan Penasihat Gerakan Ekonomi dan Budaya Minang (Gebu Minang) Sumatera Barat yang dipimpin oleh Fadli Amran yang saat itu adalah Walikota Padang Panjang, serta Anggota Dewan Penyantun Gebu Minang Pusat yang dipimpin oleh Osman Sapta Odang (OSO) Dt. Bandaro Sutan Nan Kayo.

Bersama beberapa sahabat aktifis sosial kemasyarakatan, ia mendirikan Yayasan Kateda yang bergerak di bidang introduksi perubahan perilaku, alih teknologi dan pemberdayaan masyarakat dengan salah satu programnya Gerakan Keluar Bersih.

Menariknya sosok yang satu ini, juga menjadi magnet yang ikut ramai diperbincangkan khalayak Kota Padang Panjang dan Tanah Datar. Info yang dihimpun sejumlah tokoh politik di Tanah Datar juga turut meminangnya untuk maju dibumi Tanah Datar. ( oky)