Bupati Tanah Datar Apresiasi keberadaan Rumah Restorative Justice

BATUSANGKAR – Nagari Limo Kaum Kecamatan Lima Kaum dan Nagari Rambatan Kecamtan Rambatan resmi memiliki rumah restorative justice sebagai wadah atau tempat bermusyawarah dalam menyelesaikan tindak pidana ringan dengan nilai-nilai keadilan dan kearifan lokal yang tumbuh di tengah masyarakat.

Peresmian tersebut dilakukan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Barat Yusron didampingi Bupati Tanah datar Eka Putra di Aula Kantar Wali Nagari Limo Kaum pada Senin, (21/11).

Adanya rumah restorative justice tersebut didukung penuh oleh Bupati Eka Putra. Menurut Bupati, program restorative justice sangat positif sehingga masyarakat di Kabupaten Tanah Datar bisa mendapat keadilan yang baik.
Bupati berharap rumah restorative justice tersebut tidak hanya di dua nagari saja melainkan juga ada di 75 nagari di Tanah Datar.

“Minimal tiap-tiap kecamatan ada rumah restorative justice di Kabupaten Tanah Datar, kami sudah diskusikan dengan Kajari kami sudah instruksikan para Wali Nagari mudah-mudahan bisa di seluruh nagari,” kata Bupati.

Sementara itu, Kajati Sumatera Barat Yusron mengatakan hadirnya rumah restorative justice ditengah masyarakat merupakan sebagai wadah atau tempat bermusyawarah dalam menyelesaikan tindak pidana ringan dengan nilai-nilai keadilan dan kearifan lokal yang tumbuh di tengah masyarakat.

Sehingga restorative justice dapat menghadirkan jaksa lebih dekat ditengah masyarakat agar dapat bertemu dan menyerap aspirasi secara langsung seperti tokoh agama, tokoh adat, masyarakat, serta menyelarasakan nilai tersebut dengan hukum positif di Indonesia.

Adapun kriteria yang bisa diselesaikan melalui rumah restorative justice kata Yusron, diantaranya pelaku baru pertamakali melakukan tindak kejahatan, memiliki ancaman pidana dibawah lima tahun, adanya perdamaian antara pelaku dengan korban, dan jikalau melakukan tindakan kerugian bagi korban dibawah Rp2,5 juta.