AROSUKA – Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH menghadiri Rapat Asistensi dan Monitoring Penyesuaian APBD terkait pemanfaatan tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026 di Auditorium Gubernuran Sumbar, Selasa (21/7/2026).
Rapat yang dipimpin Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah tersebut diikuti jajaran Kementerian Dalam Negeri, kepala daerah se-Sumatera Barat, serta kepala OPD terkait.
Kegiatan ini bertujuan memastikan tambahan TKD dimanfaatkan secara tepat sasaran untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, meningkatkan pelayanan publik, serta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Staf Khusus Mendagri Bidang Politik dan Media, Kastorius Sinaga, menegaskan pemerintah daerah diminta mempercepat rehabilitasi, terutama normalisasi sungai, serta memperkuat komunikasi publik melalui media resmi agar masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai program pemulihan.
Sementara itu, Sekretaris Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Horas Maurits Panjaitan, menyebut tambahan TKD sebesar Rp2,617 triliun untuk Sumatera Barat telah disalurkan dan harus segera direalisasikan sesuai prioritas, yakni rehabilitasi, rekonstruksi, mitigasi bencana, dan pemulihan pelayanan dasar.
Kasubdit Perencanaan Anggaran Daerah Wilayah I Kemendagri, Fernando H. Siagian, mengingatkan agar dana tersebut tidak mengendap di kas daerah maupun digunakan untuk belanja yang tidak berkaitan dengan penanganan bencana.
Menutup rapat, Gubernur Mahyeldi meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota segera menyusun perencanaan rinci, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta rutin melaporkan perkembangan pelaksanaan program agar pemanfaatan TKD berjalan efektif, transparan, dan akuntabel. (yen)












