Bupati Pasaman Buka Forum Refleksi Perhutanan Sosial

Bupati Pasaman, Welly Suheri menandatangani pernyataan bersama.(Ist)

Pasaman  – Bupati Pasaman, Welly Suhery membuka kegiatan forum refleksi tim koordinasi dan pembentukan kelompok kerja (Pokja) percepatan perhutanan sosial, di aula Emir Hotel Lubuk Sikaping, Selasa (9/9).

“Dengan kondisi wilayah Pasaman hampir 60 persen merupakan kawasan hutan, untuk itu kita jaga dan manfaatkan sebaik baiknya”ungkap Bupati Pasaman, Welly Suhery.

Dijelaskan, di Kabupaten Pasaman telah terbentuk sebanyak 39 unit perhutanan sosial tersebar dari 62 nagari yang ada atau setengahnya dari jumlah nagari, melihat dari peta indikatif perhutanan sosial, lebih seratus ribu hektar menanti untuk dioptimalkan, yang artinya kita mendapat peluang memanfatkan dan mengelola kawasan hutan melalui perhutanan sosial.

Baca Juga  Apel Siaga Patroli Pengawasan, Sabar AS: Jadikan Ini, Pemilu Badunsanak

“Dalam aspek pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan hutan sosial menjadi urusan kabupaten karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat dan pembangunan ekonomi lokal”terang bupati.,

Welly berharap dengan diberikannya kewenangan terhadap kabupaten, sekaligus pembentukan Pokja PPS , fasilitasi, perizinan dan pendapingan masyarakat pengelola hutan, hal ini adalah bukti disentralisasi kewenangan kehutanan dapat memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Pasaman.

Disamping itu dengan adanya pemberdayaan masyarakat berbasis hutan akan dapat mengurangi tingkat kemiskinan, untuk itu mari manfaatkan kesempatan ini sebaik baiknya.

Baca Juga  Anggota DPRD Telat, Bupati Pasaman Ajak Jajarannya Bubar dari Rapat Paripurna

Kegiatan tersebut dihadiri oleh, Wakil Bupati Pasaman Parulian Dalimunte, Forkopimda, anggota DPRD Pasaman, kepala OPD terkait, perangkat daerah, camat dan Wali Nagari yang daerahnya terorientasi terhadap kegiatan Perhutanan sosial.(hen)