Bupati Padang Pariaman Usulkan BIM Jadi Bandara Syekh Burhanuddin

Bandara Internasional Minangkabau. (singgalang)

PARIK MALINTANG – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berencana mengusulkan perubahan nama Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menjadi Bandara Syekh Burhanuddin.

Gagasan itu disampaikan Bupati John Kenedy Azis usai peresmian perubahan nama RSUD Padang Pariaman menjadi RSUD Muslim Kasim, Senin (21/9).

Menurut Bupati, sudah banyak bandara di Indonesia memakai nama tokoh bersejarah, seperti Soekarno-Hatta, Sultan Hasanuddin di Makassar, dan Hang Nadim di Batam.

Nama Syekh Burhanuddin dinilai sangat layak. Ulama besar sufi pengamal Tarekat Syattariyah ini berasal dari Sintuk, Kecamatan Sintuk Toboh Gadang, Padang Pariaman. Ia dikenal sebagai tokoh kunci penyebaran Islam dan pengembang surau sebagai pusat pendidikan di Minangkabau.

Baca Juga  Dampak Erupsi Marapi Membahayakan Penerbangan, BIM Sementara Ditutup

“Penggunaan nama Syekh Burhanuddin diharapkan bisa memperkenalkan sejarah dan tokoh penting asal Padang Pariaman kepada masyarakat luas,” ujar JKA.

Meski demikian, usulan ini masih akan melalui tahapan. Pemkab akan audiensi dulu dengan Gubernur Sumbar dan berkoordinasi dengan DPRD Padang Pariaman sebelum diajukan resmi ke Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Udara.

Bupati menegaskan belum ada target waktu khusus, namun prosesnya akan diupayakan secepatnya sesuai mekanisme yang berlaku.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat identitas sejarah dan budaya daerah, sekaligus mengabadikan nama Syekh Burhanuddin di pintu gerbang utama Sumbar. (drm )