Bupati JKA Soroti Kasus Tuberculosis di Padang Pariaman 

Bupati H. John Kenedy Azis tengah memberikan pengarahan dihadapan 810 mahasiswa Poltekkes Kemenkes Padang yang, seseuai rencana akan melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) selam tiga pekan di wilayah Kabupaten Padang Pariaman, Senin (21/4). -(Diskominfo)
Parik Malintang – Sebanyak  810 mahasiswa Poltekkes Kementerian Kesehatan Padang akan melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Kabupaten Padang Pariaman. Kegiatan terpadu dengan Pendekatan IPE-CP tersebut telah dibuka Bupati H. John Kenedy Azis, Senin (21/4).
Bupati Padang Pariaman tampak sangat mengapresiasi kehadiran para mahasiswa Poltekkes di daerahnya. Menurut Bupati JKA, kehadiran mereka sangat berarti bagi pemerintah daerah dan masyarakat Padang Pariaaman.
Dalam sambutannya, Bupati JKA yang tampak didampingi Asisten Administrasi Pemerintahan, Rudi Rahmad dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, Efriyeni sempat menyinggung peran tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan dan perhatian yang lebih baik kepada masyarakat dan pasien. “Peran tenaga kesehatan sangat penting sekali,” katanya.
Bupati Padang Pariaman juga mengatakan, kehadiran para mahasiswa bukan hanya sebagai bagian dari proses akademik, tetapi juga bentuk kontribusi nyata institusi pendidikan dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di sektor kesehatan masyarakat.
“Kami yakin, melalui kegiatan PKL terpadu ini, para mahasiswa akan memperoleh pengalaman lapangan yang berharga. Interaksi langsung dengan masyarakat, pemahaman terhadap permasalahan kesehatan, serta kolaborasi dengan tenaga kesehatan setempat akan membentuk profesionalisme dan empati sebagai calon tenaga kesehatan masa depan,” ujar kepala daerah yang terkenal merakyat tersebut.
Sekaitan itu, Bupati juga berharap, agar kehadiran 810 mahasiswa dan 96 dosen pembimbing dapat memberikan dampak positif yang nyata melalui penyuluhan, survei kesehatan, serta berbagai program promotif dan preventif.
Pada kesempantan itu, dia juga menyoroti tantangan kesehatan di Kabupaten Padang Pariaman, seperti tingginya kasus tuberculosis paru, meningkatnya penyakit jantung di usia produktif, serta isu stunting yang memerlukan penanganan lintas sektor dan berbasis kearifan lokal.
“Kami berharap adik-adik mahasiswa dapat berinteraksi aktif dengan masyarakat, memberikan edukasi, melakukan skrining kesehatan, serta menyusun strategi intervensi yang kontekstual dan berdampak nyata,” tutupnya.
Sementara Direktur Poltekkes Kemenkes Padang, Renida Yanti yang juga merupakan putri asli Padang Pariaman, menyampaikan bahwa kegiatan PKL terpadu ini akan berlangsung selama tiga minggu dan diikuti oleh mahasiswa semester akhir.
“Selama PKL, mahasiswa akan melakukan monitoring dan pemetaan permasalahan kesehatan di wilayah Padang Pariaman,” jelasnya, sebagai mana dikutip Diskominfo Padang Pariaman.
Renida menambahkan bahwa Padang Pariaman dipilih sebagai lokasi kegiatan karena ikatan emosional yang kuat, tingginya penerimaan masyarakat, serta dukungan maksimal dari pemerintah daerah.
Di akhir sambutannya, ia berpesan kepada seluruh mahasiswa untuk menjaga sopan santun, adab, dan etika dalam berinteraksi dengan masyarakat selama kegiatan berlangsung.
Diketahui Jumlah mahasiswa Poltekes Kemkes yang akan PKL sebanyak 810 orang mahasiswa, yang tersebar di 83 korong di 14 Nagari di Kec. Batang Anai dan Kec Lubuk Alung.  (dmn)