PARIK MALINTANG – Bupati Padang Pariaman, H. John Kenedy Azis tidak mau tinggal diam. Keterbatasan anggaran daerah tidak membuatnya harus berpangku tangan. Justru sebaliknya dia harus membolak-balik otak, yaitu untuk bagaimana bisa mendapatkan sesuatu bantuan demi kelanjutan pembangunan daerah.
Upaya untuk mendapatkan peluang dan dukungan dalam membangun daerah pun diperlihatkan Bupati John Kenedy Azis ketika melakukan audiensi dengan pihak Pemerintah DKI Jakarta, Senin (8/6) kemarin.
Dalam pertemuannya dengan Asisten Pemerintahan Sekretariat DKI, Bupati H. John Kenedy Azis yang didampingi Kepala DLHPKPP Andri Satria Masri dan Kepala BPKD M. Fadhly tidak hanya membahas soal peluang kerjasama pemasaran hasil pertanian dan perkebunan Padang Pariaman, namun juga menyerahkan proposal permohonan hibah kendaraan operasional berupa mobil pemadam kebakaran dan armada pengangkut sampah.
Bupati menjelaskan bahwa kebutuhan akan armada pemadam kebakaran dan kendaraan pengangkut sampah di Kabupaten Padang Pariaman saat ini cukup mendesak. Namun, keterbatasan ruang fiskal daerah menyebabkan pengadaan kendaraan tersebut belum dapat dilakukan secara optimal melalui APBD.
“Kami tidak ingin keterbatasan anggaran menjadi alasan terhambatnya pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, kami terus berupaya mencari solusi dan peluang dari berbagai sumber, termasuk menjalin kerja sama dan mengajukan bantuan hibah kepada pemerintah daerah yang memiliki kapasitas lebih besar,” ungkap JKA.
Menurutnya, keberadaan armada pemadam kebakaran yang memadai sangat penting untuk meningkatkan kecepatan penanganan bencana kebakaran di wilayah Padang Pariaman yang memiliki cakupan geografis cukup luas. Demikian pula dengan kendaraan pengangkut sampah yang dibutuhkan guna mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik dan mewujudkan kawasan permukiman yang bersih dan sehat.
Audiensi tersebut berlangsung hangat dan mendapat sambutan positif dari jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Proposal yang disampaikan mendapat perhatian serius dan akan dipelajari lebih lanjut sesuai mekanisme yang berlaku.
Respon positif tersebut menjadi sinyal baik bagi upaya Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam memperjuangkan berbagai kebutuhan pembangunan daerah melalui kolaborasi antardaerah.
JKA menegaskan bahwa dirinya akan terus melakukan berbagai langkah strategis untuk menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, kepala daerah tidak boleh hanya menunggu ketersediaan anggaran, tetapi harus aktif membuka jaringan, membangun komunikasi, dan menjemput peluang demi kemajuan daerah.
“Yang terpenting adalah bagaimana kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Jika ada peluang yang bisa diperjuangkan untuk Padang Pariaman, tentu akan kita upayakan semaksimal mungkin,” tegasnya.
Langkah jemput bola yang dilakukan Bupati JKA ini menjadi bagian dari semangat membangun Padang Pariaman dengan pendekatan kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada hasil. Di tengah berbagai tantangan fiskal yang dihadapi daerah, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik, sekaligus memperkuat sektor pertanian, perkebunan, kebersihan lingkungan, dan mitigasi kebencanaan demi kesejahteraan masyarakat. (drm)












