PARIK MALINTANG – Masyarakat Nagari Sungai Sariak, Kcamatan VII Koto Sungai Sariak, Minggu (4/1), bergotong-royong memperbaiki aliran sungai Batang Mangoi yang melebar dan mengalami pendangkalan pasca banjir bandang pada November lalu.
Melihat semangat masyarakatnya bergotong-royong, Bupati Padang Pariaman, John- Kenedy Azis pun turut terjun, berbaur, bersama-sama melakukan upaya normalisasi aliran sungai tersebut.
Seperti telah diberitakan, akibat itensitas hujan yang tinggi pada November lalu, aliran Batang Mangoi sempat meluap dan merendam sejumlah pemukiman masyarakat. Bahkan juga menghantam Mesjid Lubuak Bareh. Kini bagian depan dari masjid tertua bersejarah dan memiliki nilai spiritual tinggi di Sungai Sariak itu pun terancam.
“Masjid Lubuk Bareh ini bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga saksi sejarah dan pusat kehidupan masyarakat. Kita tidak boleh membiarkannya rusak,” ujar JKA di sela kegiatan gotong royong.
Sebagai langkah cepat dan konkret, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama masyarakat melakukan normalisasi sungai dengan mengalihkan aliran air menggunakan alat berat. Upaya ini bertujuan menahan laju abrasi sekaligus mencegah kerusakan yang lebih parah terhadap masjid.
Dalam kegiatan tersebut, bupati mengerahkan dua unit alat berat ekskavator yang direncanakan bekerja selama satu minggu. Selain itu, akan dipasang bronjong sepanjang 150 meter untuk pengamanan Masjid Lubuk Bareh, serta dilakukan normalisasi dan pelurusan alur Sungai Batang Mangoi sepanjang sekitar 500 meter.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Bupati JKA juga menyerahkan bantuan dana tunai sebesar Rp15 juta guna membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Di sela kegiatan, JKA turut menyampaikan harapan agar seluruh proses berjalan lancar. “Kami mohon doa dari seluruh masyarakat, khususnya para perantau, agar cuaca tetap cerah sehingga pekerjaan ini dapat diselesaikan dengan baik,” tuturnya. (drm)












