Limapuluh Kota – Dalam upaya mempromosikan produk unggulan Kabupaten Limapulu Kota, daerah itu memboyong 15 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan 20 produk binaan Unit Pelayanan dan Pengembangan Pengolahan Hasil Pertanian (UP3HP) ke ajang pameran “UMKM Sumbar Malagak” di Komplek GOR H. Agus Salim, Padang.
UMKM Sumbar Malagak tak lepas dari rangkaian peringatan hari jadi Sumatera Barat ke-77, yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober. Iven pameran dibesut Dinas Koperasi dan UKM Sumbar tersebut, berlangsung selama empat hari terhitung mulai tanggal 29 September 2022 sampai dengan 2 Oktober 2022.
Sejumlah produk unggulan Limapuluh Kota tampak berjejer menghiasi etalase stand Dinas Pedagkop UKM dan Distanhorbun Limapuluh Kota, diantaranya batik gambir, tenun Kubang, songket, randang, produk olahan ubi dan jagung serta sejumlah produk olahan pertanian lainnya.
Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, terlihat antusias memberikan pujian dan dukungan kepada pelaku UMKM dan Kelompok Tani sebagai kekuatan utama stand UMKM dan UP3HP Kabupaten Limapuluh Kota. Itu diperlihatkan dengan kunjungan langsung Bupati Safaruddin ke stand Limapuluh Kota pada Minggu (2/10), di Komplek GOR H. Agus Salim.
Kehadiran Bupati Safaruddin ke stand Limapuluh Kota, membuat suasana stand menjadi semarak. Terlebih Bupati Safaruddin ikut memboyong salah satu tokoh perantau yang berasal dari Sarilamak, H. Ujang Boy. Selama tak kurang sepuluh menit Bupati Safaruddin bercengkrama dengan sejumlah petugas maupun pelaku UMKM terkait produk yang ada pada kedua stand tersebut.
Bupati Safaruddin turut mengapresiasi kegiatan UMKM Sumbar Malagak, karena bisa memulihkan bisnis UMKM dan pertumbuhan ekonomi di Sumbar pasca pandemi Covid-19. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung program cipta 100.000 pengusaha milenial baru yang digagas Pemprov Sumbar. “Pemkab Limapuluh Kota terus mengupayakan sinergitas program unggulan dengan pemprov. Salah satunya sektor UMKM ini,” ujar bupati, kepada wartawan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha, Kecil dan Menengah (Disperdakop UKM) Limapuluh Kota Ayu Mitria Fadri, menambahkan, saat ini jumlah UMKM di Kabupaten Limapuluh Kota mencapai 8.271 UMKM dalam berbagai sektor usaha. Baik makanan, pakaian, maupun kerajinan tangan.
“UMKM yang diboyong dinas Perdagkop UKM Limapuluh Kota dalam UMKM Sumbar Malagak ini, merupakan UMKM yang tergabung dalam komunitas. Kami berharap, ajang yang berpotensi dikunjungi 50.000 orang tersebut, dapat menjadi ajang promosi bagi UMKM Limapuluh Kota menuju nasional bahkan internasional,” tambahnya.
Sedangkan Kadis Tanhorbun Witra Porsepwandi, mengatakan, UP3HP merupakan salah satu bentuk pengembangan dari usaha kelompok tani yang merupakan suatu bentuk pemberdayaan pelaku usaha dengan tujuan untuk memfasilitasi tumbuhnya industri pengelolaan kecil dan kerajinan rumah tangga petani. Pendataan produk UP3HP dapat memberikan informasi sejauh mana pengaruh dari pembinaan dan pendampingan terhadap kelompok tani, dalam mengembangkan usaha taninya di Kabupaten Limapuluh Kota. “Semoga pendampingan dan pembinaan UP3HP dalam pengembangan dan pembangunan pertanian dimasa mendatang, dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Limapuluh Kota,” pungkas Witra. 207












