PADANG – Lagi, Sumatera Barat menjadi sorotan karena inflasi yang tinggi. Kali ini Bukittinggi tercatat sebagai kota dengan inflasi tertinggi dibanding seluruh kota di Indonesia pada September 2022.
Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pusat, kemarin (3/10), inflasi Bukittinggi berada pada angka 1,87 persen. Data tersebut adalah angka inflasi yang terjadi selama September 2022.
Dari 90 kota, 88 diantaranya mengalami inflasi dan dua lainnya deflasi, yakni Manokwari (-0,64 persen) dan Timika (-0,59 persen).
“Inflasi tertinggi terjadi di Bukittinggi, yakni 1,87 persen dengan IHK (indeks harga konsumen) 114,45. Sementara Merauke mengalami inflasi terendah yakni 0,07 persen dengan IHK 109,49,” ujar Kepala BPS pusat, Margo Yuwono seperti dikutip dari laman resmi BPS, www.bps.go.id.
Di Indonesia secara umum inflasi pada September 2022 tersebut terjadi karena penyesuaian kenaikan harga BBM yang dilakukan pemerintah pada awal bulan. Kenaikan harga BBM memicu kenaikan komoditas harga lain yang diatur pemerintah (administered price) dan mengakibatkan inflasi.
Kelompok yang memberikan andil terbesar akibat kenaikan harga BBM yakni kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan. Kemudian kelompok bahan makanan, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar. Lalu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau.
Selain itu, di tengah kenaikan harga BBM, beberapa komoditas bahan makanan yang bergejolak mengalami inflasi yakni cabe merah 0,36 persen, telur ayam ras 0,19 persen, minyak goreng 0,14 persen, cabe rawit 0,10 persen, beras 0,08 persen serta daging ayam ras dan bawang merah yang masing-masing 0,07 persen.
BPS juga memberikan peringatan adanya potensi inflasi Oktober karena belum semua wilayah melakukan penyesuaian tarif angkutan.
“Belajar dari data historis, inflasi tertinggi biasanya terjadi pada bukan kedua pasca kenaikan harga BBM,” ujarnya.(titi)












