Bujuk Tawa di Balik Tenda Bencana

oleh
Anak-anak germbira saat bernyanyi bersama dengan Bupati Lima Puluh Kota, pada kegiatan trauma healing untuk korban banjir di Lima Puluh Kota. Bayu
Muhammad Bayu Vesky
Pancasila dasar negara
Rakyat adil makmur sentosa
Pribadi bangsaku
Ayo maju maju
Ayo maju maju
Ayo maju maju
TARAM-Dari balik tenda pengungsian, belasan anak anak korban bencana banjir di Taram, Harau, Limapuluh Kota, bernyanyi bersama Senin (5/11).
Mereka bernyanyi, dalam rangkaian trauma healing (pemulihan mental) yang dipimpin Bupati Irfendi Arbi dan sejumlah petugas medis, psikolog serta para pimpinan OPD, Senin (5/11).
Randi, salah satu bocah yang saat di tenda pengungsian membuka bajunya, hafal betul lagu Garuda Pancasila karangan Sudharnoto. Dia dapat hadiah kala itu.
Irfendi Arbi menyebut, pemulihan mental dan psikologi, akan terus dilakukan hingga nanti, anak anak korban bencana kembali pulang ke rumah mereka tanpa beban.
“Untuk bantuan sembako, bantuan makanan, serta bahan pokok lain, itu sudah kita salurkan melalui Dinas Sosial, BPBD dan Baznas juga,” sebut Irfendi.
Dia juga melibatkan sedikitnya 7 OPD, dalam penanganan bencana tersebut. “Jumlah masyarakat yang mengungsi hingga malam hari ini, sudah 1.000 orang lebih,” jelas Irfendi.
Kawasan paling parah terkena banjir, yakni Harau dan Lareh Sago Halaban. “Kami menurunkan seluruh OPD terkait, agar melakukan penanganan ekstra, pelayanan prima,” terangnya.
BENCANA SUSULAN
Masyarakat khawatir, banjir yang sudah 4 hari ini, akan terus berlanjut. Menyusul, dengan masih tingginya curah hujan di Limapuluh Kota.
Apalagi, di jalur Sumbar-Riau kemarin malam, juga terjadi longsor di kawasan Koto Alam. “Kami menghimbau masyarakat waspada. Saat ini, arus lalu lintas normal,” kata Kapolres 50 Kota, AKBP Haris Hadis terpisah.
BPBD Limapuluh Kota, sementara waktu menaksir kerugian akibat bencana alam, senilai Rp6 Miliar. “Belum masuk kerugian material fisiknya. Itu belum dihitung,” kata Kepala BPBD Jhoni Amir. (*)
Loading...