PARIK MALINTANG – Bibit pepaya yang dikembangkan oleh Sekolah Dasar (SD) Unggul Terpadu Padang Pariaman kini telah membuahkan hasil dan siap untuk dipanen.
Kepala SD Unggul Terpadu Padang Pariaman, Annahdi, kepada Singgalang, Jumat (20/6), mengatakan bahwa pengembangan bibit pepaya merupakan salah satu program unggulan sekolah dalam rangka menanamkan nilai-nilai pertanian kepada 175 orang siswa.
“Tujuannya agar siswa dapat membantu orang tua mereka dalam mengelola lahan pertanian di lingkungan tempat tinggalnya, mengingat sebagian besar siswa kami berasal dari keluarga petani,” ungkapnya.
Kebun pepaya ini berjumlah 225 batang dan mulai dikembangkan sejak awal Agustus 2024 di lahan sekolah yang berada di Limpato, Kecamatan VII Koto Sungai Sarik.
Selain pepaya, siswa juga menanam tanaman palawija seperti cabai, terung, kunyit, jahe, dan ubi jalar jenis “ubi duduk” di sela-sela tanaman pepaya.
Menurut Annahdi, kegiatan pengolahan kebun dilakukan secara gotong royong antara siswa, guru, dan pegawai sekolah. Penanaman, perawatan, dan pemupukan bibit juga dilakukan oleh para siswa dengan bimbingan guru kelas masing-masing.
“Setiap rombongan belajar (Rombel) wajib turun ke kebun sekali dalam seminggu secara bergiliran. Mereka membawa pupuk kandang dari rumah untuk memupuk tanaman,” tuturnya.
Dengan kegiatan ini, SD Unggul Terpadu Padang Pariaman berupaya mencetak generasi yang peduli terhadap pertanian dan lingkungan sejak dini. (awl)












