Bos Miras Oplosan di Payakumbuh jadi Buronan

Kapolres Payakumbuh AKBP Endrastyawan Setyowibowo menggelar konfrensi pers terkait pengungkapan pabrik miras oplosan, curanmor dan narkoba, Senin (16/4). (Bayu)

PAYAKUMBUH – Beberapa hari setelah tim gabungan Satreskrim menggerebek pabrik produksi minuman keras (miras) diduga oplosan di Padang Tinggi, Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, kemarin penyidik sudah menetapkan 8 tersangka.

Adapun Ating alias Salim alias Koh Ting, yang merupakan bos usaha ilegal tersebut, resmi jadi buronan kepolisian.
Transaksi bisnis haram yang dilakoni Ating ini, konon sudah meraup pundi-pundi miliaran rupiah. Produksi mirasnya, juga masih beredar di pasaran

“Untuk sementara, tersangkanya sudah 9 orang. Delapan sudah ditahan. Satu lagi DPO,” kata Kapolres Payakumbuh Ajun Komisaris Besar Endrastyawan Setyowibowo, saat menggelar konfrensi pers, Senin (16/4) di Markas Polres setempat, jalan Pahlawan, Labuah Basilang.

Terkait kasus pengolahan miras oblosan pihak penyidik Satreskrim sudah menetapkan 8 orang tersangka, dua di antaranya masih di bawah umur. Adapun kedelapan tersangka tersebut berasal dari Pekanbaru dan Indramayu.

Masing-masing Bangkit Senjaya (20), ‎Satrisno,(19) Carkim (21), ‎Danu Jaya (20), Kasidin (23), Rismono (18), Sobari (19) dan Taskim (23). Mereka diancam dengan Pasal 120 junto 53 ayat I huruf b, Undang-undang Nomor 3 tahun 2014 tentang Pendindustrian.

“Kemudian, pasal 142 junto 91 ayat I Undang-undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan dan Pasal 62 junto I ayat a dan b tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara ,” sebut AKBP Endrasetiawan Setyowibowo.

Kapolres AKBP Endrasetiawan Setyowibowo mengakui, pemilik pabrik pengolahan miras oblosan tersebut bernama Ating alias Salim (53) warga Pekanbaru,  sudah ditetapkan sebagai tersangka dan kini sudah masuk dalam Daftar Pencairan Orang (DPO) Polres Payakumbuh.(bayu)

 

Loading...