Bocah Itu Bernama Muhammad Rafa, Kini Ia Butuh Bantuan

Muhammad Rafa dipangkuan ibunya.

Oleh Roni Aprianto/ Wartawan Madya

Di sudut kampung bernama Kenagarian Gunung Selasih, Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dharmasaya lahir seorang bayi laki- laki. Namanya Muhammad Rafa. Tangis banyi mungil ini seharusnya menjadi awal kebahagiaan bagi ibu, ayahnya dan keluarga kecilnya, tapi malah sebaliknya.

Rafa lahir kedunia dalam keadaan sakit. Hari demi hari ia harus berjuang melawan sakit yang menggerogoti tubuh mungilnya. Disaat bocah seusianya aktif berlari, bermain riang gembira, dirinya justru terbaring lemah tak berdaya dan harus akrab dengan obat- obatan dan rasa sakit.

Kini, Rafa telah memasuki usia remaja 13 tahun. Pertumbuhannya tidak normal, ukuran kepalanya tidak seimbang dengan tinggi badannya yang tak sampai 1 meter. Postur badannya mungil, kaki dan tangannya kecil, lemah tak berdaya.

Rafa lebih sering berada dalam pelukan ibunya sambari menahan rasa sakit. Sejak lahir hingga kini, dirinya harus rutin melakukan pemeriksaan medis yang tidak mudah dijalani anak seusianya. Tubuh mungilnya terus berjuang melawan kondisi kesehatan yang membutuhkan perhatian serius dan penanganan intensif.

Baca Juga  Gunung Marapi Dini Hari Tadi Meletus

Di balik perjuangan itu, ada kedua orang tuanya yang terus berusaha kuat merawat Rafa. Dengan kondisi ekonomi yang terbatas, mereka tetap memberikan yang terbaik demi kesembuhan sang buah hati. Keterbatasan ekonomi menjadi hambatan besar di tengah kebutuhan biaya yang terus bertambah. Mulai dari biaya pemeriksaan, pengobatan, kebutuhan menuju fasiltas kesehatan, hingga kebutuhan sehari-hari keluarga, semuanya menjadi beban yang semakin berat.

Ibunda Rafa bernama Yessi Gusmanti ( 43) mengaku tidak pernah menyerah. Ia berharap anaknya bisa sehat dan tumbuh seperti anak normal lainnya. Setiap hari ia menemani Rafa dengan penuh kasih, meski rasa lelah dan khawatir terus menghantui.

Baca Juga  Senam Massal Meriahkan HUT ke 21 Dharmasraya

“Saya hanya ingin Rafa bisa sembuh,” ujarnya dengan nada lirih ketika didampingi suaminya, Hadi Candra ( 47), Jumat (9/5/2026) malam.

Setiap tiga bulan sekali Rafa harus bolak balik menjalani pengobatan di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. M Jamil Padang untuk menghilangkan rasa sakit yang dideritanya.

” Anak kami didiagnosa pengapuran tulang. Setiap tiga bulan sekali, kami harus ke RSUP Dr.M Jamil Padang untuk berobat,” terang Yessy Gusmanti.

Kini Muhammad Rafa membutuhan uluran tangan dari para dermawan untuk meringankan beban keluarganya. Sekecil apapun bantuan yang diberikan dapat menjadi harapan besar dan sangat berarti untuk membantu pengobatan dan meringankan perjuangan yang sedang mereka jalani. Di balik tubuh kecil Rafa, ada harapan besar yang ingin terus hidup. (*)