BKOW Sumbar Adakan Bakti Sosial di Bukitinggi

BUKITTINGGI – Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Sumatera Barat merayakan hari jadinya yang ke-57 dengan melaksanakan bakti sosial di aula Balaikota Bukittinggi, Kamis (16/10/2025).

Dipimpin Ketua Umum BKOW Sumbar, Dianita Maulin Vasco, acara ini menjadi panggung nyata bagi semangat Sumbar tebar kepedulian dan kasih sayang untuk semua.

Bersama Wakil Walikota Bukittinggi Ibnu Asis, Kepala Dinas Sosial Syanji Faredy Filla, dan jajaran pengurus BKOW, mereka menyapa 50 keluarga yang terdaftar dalam Data Terpadu Sosial Nasional (DTSN) – keluarga penerima bantuan yang masuk kategori rawan sosial ekonomi dan disabilitas.

Bukan sekadar seremonial, bakti sosial ini adalah jembatan penghubung antara organisasi wanita dengan masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga  Tiga Kurir Ganja dari Sumut Ditangkap di Hutan

Ibnu Asis, menyampaikan apresiasi mendalam atas dipilihnya Bukittinggi sebagai lokasi perayaan milad.

“Atas nama Pemko Bukittinggi, kami ucapkan terima kasih pada Ibu Ketum BKOW Sumbar dan pengurus yang memilih kota ini sebagai lokasi milad,” ujar Ibnu.

Ia juga menyoroti tantangan sosial yang dihadapi Bukittinggi. Angka kemiskinan saat ini berada di persentase 4,08%, dengan rata-rata penghasilan masyarakat miskin di bawah Rp500 ribu, bahkan sebagian di kategori ekonomi ekstrem dengan penghasilan Rp300 ribu. Komitmen pemerintah kota untuk menekan angka kemiskinan hingga di bawah 3% diperkuat dengan adanya intervensi seperti yang dilakukan oleh BKOW.

“Kegiatan BKOW Sumbar ini merupakan salah satunya, bukan hanya kegiatan sosial namun lebih kepada bagian ibadah,” tegas Ibnu Asis.

Baca Juga  Ada Onggokan Sampah di Sudut RSUD Bukittinggi

Senada dengan itu, Dianita Maulin Vasco, dalam sambutannya, menekankan kegiatan ini adalah wujud dari kerja nyata dan semangat kebersamaan.

“Kami hadirkan Bakti Sosial dengan 50 keluarga ini merupakan wujud perhatian untuk melahirkan perempuan-perempuan hebat,” ucap Dianita.

Bagi BKOW, Bakti Sosial bukan hanya soal memberi, melainkan lebih dari itu: mendekatkan diri, berbagi, dan memberdayakan. Dianita menutup pesannya dengan penuh semangat, mengajak para perempuan untuk terus berkarya.

“Bakti sosial bukan memberikan semata, namun lebih mendekatkan dan berbagi dengan sesama. Selalu tersenyum, perempuan Ranah Minang tangguh dan lebih berdaya. Terima kasih ibu hebat dan selalulah bersinar,” tutupnya. (gd)