Bisnis Batu Akik tak Secerah Dulu

oleh
Zul mengasah batu akik jenis Sungai Dare dipekarangan rumahnya di kawasan Pasia Jambak, Kamis (15/11). (givo alputra)

PADANG – Bisnis batu akik tak lagi secarah dulu. Kalaupun ada, hanya beberapa orang saja yang mencari atau memakainya. Di beberapa tempat perajin dan penjual juga tampak sepi di Padang. Penjualan mereka juga menurun drastis.

“Dibilang sepi sih tidak juga, karena ada saja konsumen langganan yang datang, tetapi memang nggak ramai seperti dua atau tiga tahun lalu,”ujar Sizul, seorang pedagang batu akik di kawasan Pasia Jambak, Kamis (5/11).

Menurut dia, sepinya pelanggan sudah menjadi hal lumrah karena demam batu akik sifatnya musiman. “Yang hobi sih pasti loyal, tapi kalau yang ikut-ikutan itu ya musiman. Memang enggak tentu sih kapan ramainya kapan sepinya,”tambahnya.

Diakui Sizul, ketika batu akik digandrungi masyarakat, penjualannya jutaan bahkan sampai puluhan juta perhari.

“Dulu karena saking banyak pesanan, tidak ada satu hari pun yang terlewatkan untuk menggosok batu. Bahkan karyawan saya mencapai empat orang. Kini tinggal satu orang saja,”imbuhnya.

Meski tak seramai dulu, Sizal tetap menjalankan profesi itu, dikarenakan pekerjaan itu merupakan pencarian utamanya.

Menurutnya, pengunjung mulai sepi sejak awal 2016. Bahkan teman seprofesinya sudah ada yang berhenti berdagang batu tersebut.

“Sekarang kalau lagi sepi cuman dapet lima puluh ribu, kadang ada juga sampai tiga ratus ribu,”imbuhnya.

“Sembilan tahun saya dagang batu akik, tapi tahun ini adalah paling merosok bagi saya,”tutupnya.

Jika dibandingkan dengan tahun tahun sebelumnya, masyarakat di Kota maupun dipelosok negri rela mencari bahan batu akik ke perbukitan, maupun ke sungai sungai. Bahkan bising mesin pembuat batu itu ramai di pinggir jalan. Tentu saja hal itu sangat berbanding terbalik dengan sekarang. (givo)

Loading...