Bimtek Silat Tradisi Pangian Digelar

Tradisi silek pangian. (ist)

BATUSANGKAR – Guna melestarikan nilai silek pangian, maka dilakukan Bimtek dalam bentu pembinaan terhadap Nagari Creative Hub (NCH).

Kegiatan digelar di gedung Controller dibuka Wagub Sumatera Barat Vasco Ruseymi diikuti Wabup Ahmad Fadly, Anggota DPRD Sumatera Barat Rony Mulyadi Dt. Bungsu dan Jefri Masrul, Kepala Dinas Kominfo Dedi Triwidono dan Sekretaris Dinas PMDPPKB Arief Gani.

Menurut Wali Nagari Pangian Hijrah Adi Syukrial, kegiatan Bimtek ini menjadi momentum penting dalam mambangkik batang tarandam sebagai upaya pembentukan jati diri Nagari Pangian.

“Semangat ini telah lama tumbuh di tengah masyarakat. Mudah-mudahan dapat berkontribusi dalam melestarikan nilai-nilai silek Nagari Pangian. Inilah salah satu mimpi kami di daerah ini,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan ide-ide kreatif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga pelestarian budaya tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Baca Juga  Benteng Van der Capellen di Batusangkar Bakal Jadi Museum Sejarah

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Mudah-mudahan ini menjadi awal terwujudnya ‘siriah pulang ka gangang, pinang pulang ka tampuak’,” tambahnya.

Ia minta kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari strategi memperkuat identitas daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui Bimtek ini, diharapkan nilai-nilai tradisi Silek Pangian terus hidup dan berkembang. Keberadaan NCH di Pangian juga diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif berbasis budaya di Tanah Datar,” pungkasnya.

Wabup Ahmad Fadly menyatakan krbagaannya atas oven itu, ia mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga warisan budaya, sekaligus mendorong inovasi berbasis kearifan lokal.

Ia mengapresiasi terselenggaranya kegiatan yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tersebut, dengan menjadikan Pangian sebagai nagari percontohan NCH di daerah ini.

Menurutnya, pelestarian tradisi silek tidak hanya penting sebagai identitas budaya, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam sektor ekonomi kreatif.

Baca Juga  1.750 Ibu Hamil di Tanah Datar Bakal Divaksin

“Silek Pangian merupakan salah satu kekayaan budaya yang harus terus dijaga keberlangsungannya. Tradisi ini tidak hanya mengandung nilai seni bela diri, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai filosofi kehidupan masyarakat Minangkabau,” ujarnya.

Wabup Ahmad Fadly juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung pengembangan NCH sebagai wadah bagi generasi muda dalam berkreasi.

Sementara, Wagub Vasco Ruseymi mengutarakan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam memperluas promosi budaya.

“Dengan memanfaatkan teknologi, tradisi seperti Silek Pangian tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga dapat menjangkau tingkat nasional hingga internasional,” ujarnya.

Ia juga mendorong generasi muda untuk memanfaatkan platform digital dalam mengemas budaya tradisional agar lebih menarik dan tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

“Pelestarian budaya tidak boleh terlepas dari inovasi. Tradisi harus mampu beradaptasi tanpa menghilangkan nilai-nilai aslinya,” tegasnya. (ydi)