PARIAMAN- Menjelang prosesi puncak Pesta Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2025, Minggu besok, pengunjung semakin ramai. Ketika prosesi “Maarak Saroban” yang dilakukan dua kelompok anak Tabuik yaitu Tabuik Pasa dan Subarang, ribuan warga tumpah di dekat tugu Tabuik, Jumat malam (4/7).
Prosesi Maarak Saroban ini dalam tradisi Budaya Tabuik bukan sekadar arak-arakan biasa. Melainkan sebuah proses yang sarat dengan makna dan simbol yang mengingatkan pada masyarakat akan nilai-nilai keberanian, kebenaran, dan perlawanan terhadap kezaliman yang diperjuangkan oleh Husein, cucu dari Nabi Muhammad SAW.
Biasanya, pada prosesi maarak saroban ini antara dua kelompok tabuik saling berselisih atau saling melewati, dan pada saat perselisihan tersebut terjadilah konflik diantara dua kelompok tabuik. Akan tetapi untuk malam ini prosesi basalisiah yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat tidak terjadi.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Ferialdi mengatakan untuk menghindari hal tak diinginkan diantara dua anak Tabuik tersebut, acara basilisiah atau bertemu dalam perjanjian ditiadakan.
“Untuk malam ini proses basalisiah diacara maarak saroban memang kami tiadakan setelah melalui rapat evaluasi dengan tuo tabuik pasa dan tuo tabuik subarang, guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Ferialdi.
Hal tersebut dilakukan untuk meredam situasi panas yang terjadi mulai dari awal basalisiah mengambil tanah sampai maarak jari-jari, dan juga disebabkan rentang waktunya prosesi tabuik dengan acara puncak dekat sekali.
“Atas kesepakatan kedua belah pihak dari tuo tabuik pasa dan tuo tabuik subarang maka basalisiah ditiadakan tanpa mengurangi esensi dari acara prosesi maarak saroban yang dilakukan malam ini,” ungkap Ferialdi.
Sementara itu Firman Syakri Pribadi seorang Pengamat Seni dan Pariwisata yang ada di Kota Pariaman, setuju dengan apa yang disampaikan oleh Plt. Kadis Kebudayaan dan pariwisata, Ferialdi.
“Walaupun tidak terjadi perselisihan malam ini, tapi pertunjukan yang diberikan oleh dua kelompok tabuik masih bisa memberikan tontonan yang menarik bagi pengunjung, dan tidak menghilangkan makna dari prosesi tabuik itu sendiri”, terangnya. (agus)












