Agam  

Bertani Jagung Sangat Menjanjikan

Asrimiyanto Dt.Majo Kayo

LUBUK BASUNG. Usaha pertanian jagung terutama jagung untuk pakan ayam di Sumatera Barat semakin menjanjikan. Keadaan ini mendorong banyak petani pengusaha dan petani jagung di Agam khususnya Lubuk Basung dan sekitarnya untuk mengembangkan pertanian jagung.

Dampaknya, kebanyakan areal persawahan di kecamatan Lubuk Basung, kecamatan Ampek Nagari dan sekitarnya ditanami jaguang sehingga kecamatan yang dua ini menjadi salah satu sentra penghasil jagung di Sumatera Barat.

Ahli Andalan Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sumatera Barat, Asrimiyanto Dt.Majo Kayo mengatakan, para petani saat ini memang lebih suka menanam jagung sehingga tidak ada lagi lahan tersisa, semua sudah ditanami jagung kecuali lahan tidur dan lahan berawa rawa .

“Memang pertani jagung sekarang ini sangat menjanjikan, bahkan saya pun punya ladang jagung” kata Dt.Majo Kayo.

Kelebihan bertani jagung ini kata Datuk Anto, panggilan akrab mantan ketua KTNA Agam ini adalah jaminan pasaran penjualan jagung, pengolahan sederhana dan cepat menghasilkan.

Baca Juga  2019, Imigrasi Agam Deportasi 10 WNA

” Kelebihan kita di Sumatera Barat ini adalah jaminan pasar jagung ada. Sekarang Japfa membangun pabrik di Padang, tapi di Payakumbuh banyak juga pasar penampungan produksi jagung ” kata Datuk Anto .

Harga jagung saat ini stabil yakni Rp.4.500 sampai 5000 perkilo. “Jika kita punya parak jagung satu hektar, kita bisa memperoleh omset kotor paling sedikit 20 juta, jika biaya biaya dikeluarkan 50 persen saja, Rp.10 juta keuntungan kita ” ujarnya.

Dari pengolahan lahan, penanaman sampai panen jagung tidak sulit. “Asal kan lahan kering dan datar, setelah dibersihkan ditanam dengan cara tugalan, jagung tumbuh subur, kita hanya memberikan pupuk dan membersihkan rumput rumput, tiga bulan jagung panen” katanya.

Hal menarik lain dari bertani jagung adalah cepat menghasilkan. “Paling dalam satu bisa tiga sampai 4 kali panen, jadi cepat menghasilkan uang” tandas nya.

Baca Juga  Piala Adipura Untuk Kota Lubuk Basung Disambut Meriah Di BIM

Namun demikian, bertani jagung bukan tak ada musuhnya. ” Kalau di daerah daerah pinggir pinggir, musuh utama jagung adalah babi, orang sini sebut kandiak ” ujarnya.
Biasanya petani mengantisipasi dengan membuat pagar kawat. “Bertambah modal sedikit untuk beli kawat pagar” katanya.

Dengan menariknya pertanian jagung ini tentu banyak yang ingin. ” Jika semua lahan tidur, seperti tanah yang masih rawa, tanah hutan belukar dan lahan peremajaan sawit dikelola dengan baik, maka produksi jagung Agam akan semakin meningkat ” ujarnya.

Berapa luas lahan pertanian yang ditanami jagung, berapa produksi jagung Agam dan apa kendala nya saat ini serta apa yang dilakukan Dinas Pertanian merespon kondisi ini? Hal itu ditanyakan kepada Kadis Pertanian Agam Arif Restu, dia tidak bisa memberikan jawaban. “Hari Senin lah, sekarang belum bisa!” kata Arif melalui pesan Whatsap nya. (M.Khudri).