Bersama JNE Internasional, Lauking Indonesia Tembus Pasar Luar Negeri

oleh
Dua bule dengan bahagia memamerkan dendeng dan rendang Lauking yang sudah sampai ke tangannya dari Indonesia. (ist)

Hendri Nova
Wartawan Topsatu

“Buk… Ini saya Claudia yang kemaren beli lima kaleng rendang suwir dan dendeng suwir. Saya jadi ketagihan dan teman-teman yang mencicipinya juga bilang yang sama. Saya pesan 100 kaleng lagi ya, biar bisa saya jual pula sama-sama teman-teman yang sudah order.”

Satu pesan langsung di instagram @lauking.id mengagetkan sekaligus membuat girang Nicky Oktavia Wijaya, pemilik merek dagang Lauking Indonesia, di pagi buta itu. Tak menunggu lama, tangannya dengan lincah membuka smartphone dan memencet angka satu.

“Ma… 100 kaleng pagi ini…” teriaknya gembira.
Suara seorang ibu diseberang telepon terdengar kaget, namun kemudian dari suaranya juga terdengar bersorak gembira. Kabar pesanan pagi itu bagaikan asupan energi 100 persen full yang memompa semangat pagi.

“Kapan dikirimnya, kebetulan baru siap dikemas ini,” kata Mama Nicky bahagia.

“Hari ini saja Ma, jangan pake lama ya…Nicky mandi dulu yuhuu..” telepon pun dimatikan.

Setelah mandi, Nicky segera menghubungi konsumennya dan memforward 100 kaleng rendang yang siap dikirim. Tak menunggu lama, satu bukti transferan uang serasa tersenyum kepada Nicky.

Sebagai balasan dari transferan uang itu, Nicky membagikan bukti pengiriman melalui JNE Internasional. Kedua belah pihak tampak saling berbalas emoticon senyum bahagia dan salam takzim, sebagai tanda berakhirnya transaksi bisnis besar pagi itu.

“Saya memulai bisnis ini berawal dari pengalaman jadi anak kos di Jakarta, sewaktu saya kuliah di Universitas Bakri Jakarta. Waktu itu kangen sekali dengan masakan rumahan. Tapi tidak ada yang tahan lama, sehingga harus bolak balik berburu kuliner rendang di rumah makan Padang di Jakarta, jika mama tak sempat mengirim cepat,” cerita Nicky, di awal ia memulai bisnis.

Akhirnya Nicky merancang konsep rendang dan dendeng Padang yang bisa tahan lama. Selain itu kemasannya dalam kaleng, sehingga bisa dibawa kemana saja ke seluruh Indonesia dan luar negeri.

“Idenya tentu harus berbeda dengan masakan Padang yang sudah ada. Jadi dapatlah ide dendeng suwir dan rendang suwir. Jadi dagingnya itu tidak dipotong dadu atau persegi panjang lagi, tapi sudah disuwir-suwir atau dihaluskan,” ujarnya.

Ide Nicky menjadi kenyataan dan puluhan kaleng dendeng dan rendang suwir dengan nama Lauking Indonesia, hadir sudah dalam daftar kuliner asal Sumatera Barat (Sumbar). Selanjutnya ia buat akun media sosial yang salah satunya di instagram.

“Jika dikalengkan, daya tahannya bisa sampai 6 (enam) bulan di dalam kulkas dan bisa 2 (dua) bulan di luar kulkas,” ungkapnya.
Sejak gencar promo di media sosial, pesanan hampir dari seluruh Indonesia berdatangan. Lebih hebatnya lagi datang dari luar negeri terutama dari Amerika.

“Banyak orang Amerika yang penasaran dengan rendang, sebagai masakan terenak di dunia. Saya bisa mengirim 6-7 kali ke Amerika dalam seminggu. Paling banyak orang-orang China yang sudah menjadi warga Amerika,” ujarnya.

Di antara pelanggan tetap Lauking Indonesia, ada yang memiliki waralaba atau toko makanan. Saat jualannya laku keras, mereka pun pesan dalam jumlah banyak yakni sampai 100 kaleng.

“Enaknya kirim dengan JNE Internasional, produk saya tidak pernah rusak, meski satu dua ada juga yang keluar minyaknya sedikit karena terbanting. Tapi secara garis besar, saya sangat puas dengan servis yang diberikan JNE,” katanya.

Untuk menjaga cita rasa khas Sumbar, rendang dan dendeng Lauking Indonesia diproduksi di Padang lalu dijual di Jakarta, tepatnya berkantor di Apartemen Taman Rasuna Tower 18, Kelurahan Menteng Atas, Kecamatan Setia Budi Jakarta Selatan.
Sementara di Padang berkantor di Komplek Perumahan Taman Bunga Residence Blok I/7, Lubuk Buaya, Kelurahan Batang Kabung Ganting, Kecamatan Koto Tangah Padang.

“Saya mulai bermitra sejak dua bulan lalu, sejak itu tak pernah diganti lagi, karena saya lebih percaya dan diuntungkan dengan servis yang disediakan JNE,” tuturnya.

Sejak bisnis lancar, produksi dendeng dan rendang suwir terus meningkat. Sekarang dalam seminggu bisa menghabiskan 80 kg daging dan dalam satu bulan bisa menjual 2.000 kaleng produk.
Kenaikan omzet terus meningkat dan kini dalam sebulan sudah sampai Rp170 juta. Satu angka yang fantastis tentunya untuk bisnis dua jenis makanan kaleng saja.

Harapan Nicky pada JNE, hendaknya melakukan zero kesalahan. Besar harapannya agar produk makanan kalengnya diantarkan lebih baik lagi dengan menghindari membanting dalam proses kiriman, sehingga tak ada lagi minyak dendeng atau rendang yang keluar.

Tentang JNE Internasional

Kesuksesan Nicky berjualan sampai ke luar negeri, tak terlepas dari dukungan layanan JNE melalui layanan JNE Internasional. JNE Internasional seperti dikutip dari jne.co.id adalah layanan pengiriman dengan tujuan ke luar negeri.

Ketentuannya, pengantaran berlaku di hari kerja di negara tujuan dengan perkiraan waktu penyampaian kiriman (estimate time delivery) bervariasi, tergantung zona negara. Berlaku biaya tambahan untuk kondisi khusus dan tidak berlaku garansi uang kembali (money back guarantee).

Informasi Pengiriman, pengiriman internasional wajib disertai dengan Commercial invoice dari pihak pengirim, dengan menggunakan bahasa inggris dan tidak diperkenankan menggunakan tulisan tangan dengan detail memuat harga barang dan jumlah barang.

Untuk pengiriman non dokumen biaya kirim belum termasuk duty & tax di negara tujuan yang dibebankan kepada pihak penerima, atau jika pihak penerima menolak untuk pembayaran tersebut, maka biaya duty & tax tersebut akan di bebankan kepada pihak pengirim dengan di informasikan sebelumnya oleh Customer

Service JNE

Penulisan alamat penerima harus mencantumkan kode pos dan nomor telepon penerima dan alamat email (jika memiliki). Kiriman non dokumen berupa cairan atau bubuk harus menyertakan MSDS (Material Safety Data Sheet) dan menginforasikan kepada customer, untuk jenis kiriman tersebut di perlukan penambahan waktu pengiriman dari estimasi yang berlaku, karena harus dilakukan pengecakan MSDS terlebih dahulu.
Untuk kiriman dokumen dengan berat lebih dari 2 kg maka kiriman tersebut masuk ke dalam kategori paket. Perhitungan volumetrik yakni P x L x T : 5000.

Informasi berat kiriman. Untuk berat kiriman maupun volumetric dengan berat sampai dengan 50 kg dikenakan biaya packing sebesar Rp200.000, untuk berat kiriman maupun volumetic dengan berat 50 kg – 100 kg dikenakan biaya packing sebesar Rp500.000.
Untuk berat kiriman maupun volumetic dengan berat 100 kg – 150 kg dikenakan biaya packing sebesar Rp700.000. Untuk berat kiriman maupun volumetic dengan berat diatas 150 kg dikenakan biaya packing yang dihitung secara khusus. Extra biaya fumigasi sebesar Rp650.000 per kiriman per CBM.

Bangun Mega Hub

Tingginya kepercayaan konsumen pada PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), membuat Perusahaan jasa kurir dan logistik ini siap menggelontorkan dana senilai Rp500 miliar untuk pembangunan gudang raksasa atau mega hub yang berlokasi di Tangerang, Banten.

Head of Marketing Communication Division JNE Mayland Hendar Prasetyo, seperti dikutip dari bisnis.com mengatakan, dana tersebut digunakan untuk pembiayaan mesin sortir berteknologi canggih automation cross belt sorter machine dan pembangunan gudang.

“Nilai investasi secara overall senilai Rp500 miliar, baik untuk alat dan gudangnya,” terangnya usai ditemui pada acara penandatanganan kerja sama JNE dengan Damon Group, Selasa (31/7/2018).

Proyek yang lokasinya dekat dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten itu disebut-sebut memiliki kapabilitas untuk menangani 30 juta paket per bulan atau kurang lebih 1 juta kiriman paket per hari dengan rata-rata 48.000 paket per jam.

Saat ini, JNE rata-rata melakukan pengiriman sebanyak 19 juta paket per bulan atau 600.000 paket per harinya. Dengan mesin sortir otomatis, maka nantinya akan memotong waktu sortir hingga 2-3 jam sehingga pengiriman barang ke konsumen akan lebih cepat.

“Kami akan mulai groundbreaking pada akhir tahun ini seiring dilakukannya kerja sama dengan vendor Damon Group. Sehingga, pada akhir 2019 proyek pembangunan bisa selesai,” papar Hendar.

VP of Business Development Agusnur Widodo menambahkan proyek tersebut akan dibangun di atas tanah seluas 3,9 hektare (ha) dengan rincian 1,9 ha untuk pembangunan gudang, sedangkan sisanya untuk area parkir dan lain-lain.

“Termasuk kita akan memiliki dashboard, yang akan terintegrasi dengan dashboard aplikasi My Orion di mana nantinya bisa membuat predictive analytics terhadap penyampaian paket kepada customer. Sehingga, nanti customer bisa pantau paketnya yang dijawab langsung oleh mesin,” jelasnya.

Pembangunan infrastruktur ini merupakan langkah perseroan guna menghadapi pertumbuhan dagang-el (e-commerce) yang semakin pesat. Berdasarkan catatan Bisnis, pertumbuhan dagang-el di Indonesia diperkirakan akan melesat hingga 130% pada 2020.

Adapun nilai transaksi dagang-el di Tanah Air pada 2017 menembus US$130 miliar atau naik 5,7 kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar US$22,6 miliar.
Besarnya kepercayaan pelanggan pada JNE, juga didukung oleh 6.000 outlet dengan 10.000 karyawan di seluruh Indonesia.

Berdasarkan data dari asperindo, market sharebJNE mencapai 27 persen di seluruh Indonesia.

Untuk kepuasan pelanggan, ada 300 vendor seluruh Indonesia yang sudah bergabung dengan Pesona (Pesanan oleh-oleh Nusantara). Dari jumlah itu, ada 800 varian makanan dari seluruh Indonesia.

Puaskan Konsumen

Tingkat kepercayaan konsumen tentu akan lebih meningkat lagi, jika JNE sudah berhasil melakukan zero kesalahan. Terutama dalam produk kuliner yang sangat sensitif jika cacat.
JNE harus sportif memberikan diskon pada pengiriman berikutnya, sebagai bentuk tanggung jawab dan untuk menutupi kerugian konsumen yang kirimannya rusak atau cacat. Dengan demikian konsumen merasa tidak dirugikan dan mereka pun bisa memberikan penggantian pada konsumennya pula.

Jika loyalitas dan kepercayaan konsumen berhasil dijaga dan promo bersama JNE makin gencar, maka kedua belah pihak akan mendapatkan keuntungan yang berlipat. Itu berarti bisnis makin cerah dan uang makin deras membanjir.

Kalau perlu, JNE mengagendakan pameran tahunan dengan membawa semua mitra bisnis berpameran di tiap event-event besar. Bahkan tak tertutup kemungkinan digagas JNE Expo yang memungkin perhatian pengunjung fokus pada JNE dan mitra-mitranyasss.

Yakinlah, hal ini akan membuat JNE untung berlipat-lipat dari tahun-tahun sebelumnya. Maka JNE akan menjadi raksasa bisnis jasa kurir dan logistik yang tak terkalahkan di Indonesia maupun dunia. (*)

Loading...