Berkas Kasus Dugaan Penggelapan Uang Naik ke Pengadilan

Kejari Padang (rahmat zikri)

PADANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang melimpahkan berkas dugaan penggelapan uang yang dilakukan oleh mantan karyawan BRI dengan total kerugian Rp.1,4 miliar ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Klas IA Padang.

Kepala Sesi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Padang, Yuli Andri mengatakan, pelimpahan berkas telah dilimpahkan ke pengadilan melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

“Selanjutnya kita menanti jadwal sidang,” katanya, Jumat (14/6).

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri Kelas IA Padang, Juandra membenarkan perihal tersebut.

“Untuk berkasnya memang telah dimasukkan oleh kejaksaan dan diterima pengadilan. Tentunya kita proses, untuk dibuat penetapan majelis hakim dan jadwal sidangnya,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, adapun transaksi fiktif ini dilakukan oleh tersangka FYP sejak 2019 hingga 2022, yang mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp.1,4 miliar.

Kasus ini adalah dugaan penyalahgunaan fasilitas void pada EDC (Electronic Data Capture) Merchant Jaya Wisata Tour milik PT. BRI. Modus yang ditemukan kejaksaan adalah tersangka membuat badan usaha yang bergerak di bidang biro perjalanan.

Kemudian pelaku mengirimkan dana dari satu rekening ke rekening lain, hanya saja ketika melakukan pentransferan tersebut ia memanfaatkan fasilitas pembatalan transaksi (void).

Akibat tindakan tersebut FYP diuntungkan karena dana yang ditransfer tetap masuk ke rekening penerima, sedangkan penerima juga mendapatkan pengembalian dana dari bank setelah pembatalan (void).

Perbuatan dilakukan oleh tersangka menggunakan sistem digital tertentu, karena diketahui latar belakangnya adalah pegawai BRI Padang di bagian Informasi Teknologi (IT). (wy)