Bencana Sumbar Tak Melumpuhkan Semangat, Sanggar Gaung Ekspose Gelar Pertunjukan Peduli Bencana

Keseruan anak-anak TK mewarnai gambar gunung Marapi yang diselenggarakan seniman Sumatera Barat, sekaligus menggalang donasi untuk korban galodo Marapi. Ist

 

PADANG-Di tengah duka akibat bertubi-tubi bencana di Sumatera Barat, sekelompok seniman dari Sanggar Gaung Ekspose di Padang bangkit dengan semangat kepedulian.

Mereka menggelar pertunjukan seni bertajuk “Menyentuh Jiwa Menggerak Raga” di Taman Budaya Sumbar pada Sabtu (25/04/2024).

Pertunjukan ini bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah wadah untuk menggugah nurani dan membangkitkan kepedulian, terutama pada anak-anak yang terdampak bencana. Banjir bandang dan longsoran lahar dingin Gunung Marapi telah merenggut banyak hal, termasuk keceriaan mereka.

Acara ini melibatkan anak-anak dalam berbagai pertunjukan, seperti pembacaan puisi “Sumbar Berduka” oleh Mikaylo Wanageeska Prabawa yang menawan hati para penonton dan lomba mewarnai bagi murid TK di Kota Padang.

Sanggar Gaung Ekspose sendiri berdiri tahun 1986 dengan berbagai kegiatan menggali potensi dan mengembangkan bakat kanak-kanak dan remaja. Kolaborasi pertunjukan peduli bencana ini, juga melibatkan kanak-kanak.

Tujuannya, agar nurani mereka ikut tergugah dan sekaligus membangkitkan kepedulian kanak-kanak atas musibah yang menimpa kanak-kanak sebayanya. Banjir bandang dan longsoran lahar dingin Gunung Marapi telah memprakporandakan kampung mereka.

“Kegiatan yang kita gelar ini melibatkan anak-anak, seperti pembacaan puisi untuk anak-anak dan remaja dan lomba mewarnai dengan peserta murid TK di Kota Padang,” kata Pendiri dan Pimpinan Sanggar Gaung Ekspose, Anita Dikarina.

Penampilan salah seorang peserta baca puisi, Mikaylo Wanageeska Prabawa, siswa Kelas 1 SD Muhammadyah 1 Padang, sungguh membuat hadirin terpaku, larut dalam setiap kata yang diucapkannya. Puisi berjudul “Sumbar Berduka” karya Anita Dikarina, menggoreskan makna mendalam dalam sanubari setiap orang yang mendengarnya.

“Saya suka baca puisi sejak kecil dan sekarang belajar di sanggar Oma Rina,” ujar bocah tampan itu.

Untuk lomba mewarnai diikuti sekolah Taman Kanak-kanak (TK) yang tergabung IGTK Kota Padang. Mereka berkreasi sambil bermain dengan warna-warna pada yang disediakan, berupa gambar gunung yang sedang meletus.

“Lomba mewarnai ini pemenangnya mulai dari Juara 1, 2, 3, adalah Surya Zuyina, Syakira Fadia Lubis, Clemira Daisha Zaka, serta Juara Harapan 1, 2, dan 3 adalah Azfer Basyar Alfahriy, Keana Wainoa Prabawa dan Dion Hanin Nugrah,” terang Rina.