Padang  

Bencana Berulang, Walikota Padang Bersama BWS Sumatera V Bahas Percepatan Penanganan Sungai

Fadly Amran menerima kunjungan Kepala BWS  Sumatera V Reski Wahyudi. Pertemuan tersebut membahas percepatan penanganan sungai, Minggu (11/10). (ist)

PADANG – Wali Kota Padang Fadly Amran  bertemu Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Reski Wahyudi membahas percepatan penanganan sungai, mulai dari pengerukan sedimentasi, pembangunan check dam dan sabo dam, serta penataan aliran, Minggu (11/10).

“Kami juga mendorong BWS V untuk terus melalukan pengerukan sedimentasi sungai secara masif, karena bencana yang berulang menyebabakan sedimen kembali menumpuk, dan perlu penangan secara menyeluruh, jika memungkin melibatkan pihak swasta,” kata Wali Kota.

Ia menyampaikan Pemko Padang siap mendukung langkah BWS Sumatera V dalam pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana hidrometeorologi mulai pembangunan check dam dan sabo dam, serta penataan aliran sungai.

Baca Juga  Leonardy Hadiri Syukuran Atas Penghargaan Padang FM dari Anugerah KPID 2022

Sementara, Plt. Kepala BWS Sumatera V Padang Reski Wahyudi menjelaskan pascabencana yang terjadi pada 28 November 2025, wilayah terdampak masih berada dalam masa tanggap darurat. Dengan demikian, rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) dijadwalkan mulai dilaksanakan pada November 2026.

Ia menyebutkan, selama masa tanggap darurat, pihaknya telah melakukan sejumlah pekerjaan fisik dengan fokus pada perbaikan tanggul yang mengalami limpasan serta perbaikan dan pengembalian alur sungai. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko dan dampak bencana.

Baca Juga  Kunjungi Rumdis Wako Padang, GIZ China dan Shenzhen Jajaki Kolaborasi Transportasi Ramah Lingkungan

Pengerjaan fisik yang dijadwalkan mulai pada November 2026 mendatang akan mencakup penanganan Batang Kuranji, sungai Air Dingin, serta sejumlah anak sungai.

“Bencana yang kita alami kali ini berkali lipat lebih besar dibandingkan bencana pada 2011–2012 lalu. Karena itu, kita memerlukan studi yang matang untuk pengendalian banjir. Penanganan banjir membutuhkan perencanaan teknis yang komprehensif, mulai dari penyusunan desain, pembebasan lahan, hingga penganggaran,”imbuh Reski Wahyudi. (r)