Belajar Daring Selama Pandemi, Mengubah Karakter Siswa

  • Whatsapp
Kepala Dinas Pendidikan Agam, Isra

LUBUK BASUNG-Akibat tidak belajar tatap muka dan dilaksanakan pembelajaran daring selama wabah Covid 19, telah terjadi perubahan karakter siswa sehingga menimbulkan kekhawatiran.

Hal itu dikatakan oleh Isra , Kepala Dinas Pendidikan Agam kepada Singgalang, Kamis (14/1). “Setelah dimulai pembelajaran tatap muka, banyak terdapat indikasi perubahan karakter anak anak kita” kata Isra.

BACA JUGA

Sebagaimana diketahui, bahwa dinas Pendidikan Sumbar telah membuka kembali kelas tatap muka dari TK/SD, SLTP dan SLTA dengan sistem dua shif. Siswa hadir separoh dari jumlah masing masing kelas, satu tombol pagi dan satu rombel siang.

Kata Isra, baik hasil pemantauan maupun dari laporan guru-guru, memang ada perubahan perilaku anak anak kita. “Ini  mengkhawatirkan, tapi apa boleh buat ini kan keadaan yang memaksa ” kata Isra Indikasi perubahan.

Indikasi perubahan karakter itu kata Isra terlihat dari penampilan fisik antara lain, rambut mereka sudah mulai panjang dan banyak diantaranya yang sudah diwarnai.

“Geleng geleng kepala para guru melihat penampilan anak anak mereka setelah 1 tahun tidak ke sekolah” tambah Isra.

Dari sisi cara berbicara juga mengalami perubahan , diantara anak anak diamati guru guru, terpantau cara bicara nya sudah keras tak seperti biasa.

“Melihat itu tentu saja para guru kaget walau harus mafhum” ujar Isra.

Apalagi ketika menggunakan android, Isra menyatakan banyak efek negatifnya. “Sejauh ini pemanfaatan android untuk belajar daring hanya 30 persen, sementara anak-anak mendapat paket internet dari Kementrian. Apa yang mereka tonton dengan paket itu?” Katanya.

Perubahan perubahan lain tampak dari prilaku, yakni anak anak yang selama ini diketahui tak merokok, selama libur sudah merokok. Begitu juga kemampuan akademik anak anak banyak yang menurun.

“Sekolah dan guru-guru harus bekerja keras untuk mengembalikan keadaan anak anak sebagaimana mestinya ” tukuk Isra.

Untuk itu Dinas Pendidikan lebih mengintensifkan lagi komunikasi dengan sekolah, agar pekerjaan rumah ini bisa kita selesaikan.

“Tentu saja kami minta para orang tua juga intensif mengontrol anak anak, jangan kita biarkan anak anak kita hanyut ” ulasnya. (M.Khudri)

BERITA TERKAIT