BENGKULU – Sejak pagi, puluhan tukang bangunan dari berbagai wilayah di Bengkulu tampak memadati lokasi Akademi Jago Bangunan yang digelar PT Semen Padang. Wajah-wajah penuh semangat menjadi gambaran antusiasme peserta yang ingin meningkatkan keterampilan dan profesionalisme mereka.
Akademi Jago Bangunan bukan sekadar pelatihan biasa. Bagi para tukang, kegiatan ini menjadi ruang belajar, berbagi pengalaman, sekaligus kesempatan mendapatkan sertifikasi yang diakui secara nasional.
Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teori, tetapi langsung menyentuh praktik kerja di lapangan. Peserta diajak memahami standar kompetensi tukang pasang bata dan plesteran sesuai ketentuan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Narasumber, Dr. Ir. Edison Hatoguan Manurung, menjelaskan secara rinci teknik pemasangan bata, plesteran, hingga komposisi material yang tepat agar bangunan memiliki kekuatan dan daya tahan jangka panjang.
Diskusi berlangsung hidup. Para peserta aktif bertanya, berbagi pengalaman lapangan, hingga mengulas kesalahan-kesalahan umum yang kerap terjadi dalam pekerjaan konstruksi sehari-hari.
Salah seorang peserta, Roni Paslah, mengaku bangga bisa mengikuti Akademi Jago Bangunan. Menurutnya, banyak ilmu baru yang diperoleh dan dapat langsung diterapkan dalam pekerjaan.
“Selama ini kami bekerja berdasarkan pengalaman. Di sini kami belajar standar yang benar, jadi lebih percaya diri di lapangan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Romi Efendi, peserta lainnya, yang menilai kegiatan ini juga memperluas jaringan dan solidaritas antar tukang bangunan di Bengkulu.
“Selain ilmunya, kami bisa saling kenal dan berbagi pengalaman. Ini penting untuk kemajuan bersama,” katanya.
Antusiasme peserta juga terlihat saat sosialisasi produk unggulan PT Semen Padang dan SIG, termasuk semen PCC, mortar siap pakai, dan Sepablock, yang dinilai praktis dan sesuai kebutuhan lapangan.
Bagi para tukang, Akademi Jago Bangunan menjadi bukti nyata bahwa profesi mereka mendapat perhatian serius. Dengan keterampilan dan sertifikasi yang lebih baik, mereka optimistis dapat berperan lebih besar dalam pembangunan yang berkualitas.
Melalui kegiatan ini, PT Semen Padang tidak hanya membangun kompetensi, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga tukang bangunan sebagai pilar utama pembangunan Indonesia. (*)












