BATUSANGKAR – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tanah Datar kembali menyerahkan bantuan zakat program pendidikan secara ini simbolik pada mustahik, di gedung Indojolito Batusangkar.
Sebanyak 198 peserta dinyatakan lulus dengan total bantuan tahap pertama mencapai Rp281.750.000.
Penyerahannya kemarin dilakukan Bupati Eka Putra didampingi Ketua Baznas Tanah Datar Yasmansyah dan Kakankementerian Agama Tanah Datar Hendri Pani Dias.
Bupati Eka Putra menyatakan apresiasi dan rasa bangga pad peserta yang berhasil melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Ia menyebut kesempatan tersebut sebagai langkah penting dalam membangun masa depan generasi muda Tanah Datar.
Bupati mengingatkan pelajar di Tanah Datar agar mempersiapkan diri dengan baik menghadapi dunia perkuliahan, menjaga disiplin, integritas, serta menjauhi pengaruh negatif media sosial dan narkoba.
“Kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga disiplin dan integritas. Jangan lupa untuk kembali mengabdi dan membangun kampung halaman setelah berhasil nantinya,” ujar Bupati.
Selain itu, Bupati juga bangga pada Kementerian Agama yang terus berkomitmen membantu masyarakat melalui pengelolaan zakat yang tepat sasaran untuk sektor pendidikan.
Ketua Baznas Tanah Datar, Yasmansyah mengutarakan bahwa proses seleksi penerima bantuan dilakukan secara digital melalui sistem pendaftaran daring dengan kuota tahap pertama maksimal 200 orang.
Dari hasil seleksi tersebut, dilakukan seleksi administrasi dan survei ke rumah calon penerima dan dinyatakan sebanyak 198 peserta dinyatakan lulus dengan total bantuan tahap pertama mencapai Rp281.750.000.
“Bantuan ini diberikan nantinya sebagai membantu pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa,” ujar Yasmansyah.
Pihaknya tengah menyiapkan penyaluran bantuan tahap kedua bagi calon penerima yang telah melalui proses survei dan verifikasi lapangan.
“Kami berharap penerima bantuan dapat menjaga nama baik diri, keluarga, dan daerah, serta mampu menyelesaikan pendidikan tepat waktu,” ujarnya.
Kakankemenag Hendri Pani Dias mengungkapkan program zakat pendidikan tidak hanya bersifat bantuan sesaat, namun diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi penerima manfaat.
“Kita berharap bantuan ini menjadi motivasi bagi anak-anak untuk terus belajar dan berkembang. Kelak dari mereka akan lahir pemimpin-pemimpin baru untuk Tanah Datar,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan zakat mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014 tentang pengelolaan zakat, sehingga penyalurannya harus benar-benar memberikan manfaat nyata dan mendorong mustahik menjadi lebih produktif. (ydi)












