Baznas Padang Panjang Gelar Anugerah Hafizh Alquran

PADANG PANJANG – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang Panjang menggelar Anugerah Hafizh Alquran, Selasa-Rabu (23-24/11) di Masjid Islamic Centre Padang Panjang. Kegiatan yang dirangkai dengan penandatanganan MoU antara baznas dengan Dinas Perdagkop ini dibuka langsung Walikota H. Fadly Amran Dt. Paduko Malano.

Turut hadir unsur forkopimda, Kakankemenag H. Alizar Chan Dt. Sindo Nan Tongga, para kepala OPD terkait, camat, lurah, segenap pimpinan baznas, serta pimpinan rumah tahfizh, TPQ dan MDTA se-Kota Padang Panjang.

Walikota Fadly Amran mengapresiasi kegiatan yang diadakan baznas tersebut. Kegiatan itu diharapkan akan menambah motivasi anak-anak Padang Panjang dalam menghafal alquran.

“Ini kegiatan yang luar biasa. Kita berharap ini akan menjadi agenda rutin, kalau perlu diadakan dua atau tiga kali setahun. Upayakan juga ke depan rewardnya lebih besar lagi,” harapnya.

Walikota berharap bukan hanya para penghafal alquran yang diberikan reward oleh baznas, melainkan juga bidang lainnya, seperti tilawah, tafsir dan bidang lain yang diperlombakan pada ajang MTQ. “Nanti baznas bisa kerjasama dengan Bagian Kesra Setdako,” tandasnya.

Dengan adanya kegiatan Anugerah Hafizh di Islamic Centre, tentunya akan membuat masjid kebanggaan masyarakat Serambi Mekah itu semakin semarak dan makmur. “Harus diperbanyak kegiatan keagamaan di Islamic Centre ini. Kalau perlu tiap hari ada kegiatan,” harapnya.

Kakankemenag Alizar Chan juga mengapresiasi Anugerah Hafizh yang pertama kali diadakan Baznas Padang Panjang. Ia menyebut hal itu sebagai program yang luar biasa dan patut didukung semua pihak.

Melalui kegiatan itu diharapkan akan muncul generasi yang qurani, generasi yang senang membaca, menghafal dan mengamalkan alquran. Ketika penghafal alquran banyak muncul, Padang Panjang tidak akan kesulitan mencari kafilah untuk MTQ.

“Kita ingin suatu saat nanti Padang Panjang dilaunching sebagai Kota Tahfizh. Di sekolah-sekolah umum sudah ada kegiatan tahfizh, apalagi di madrasah, TPQ, MDTA. Rumah Tahfizh pun banyak tumbuh. Ini modal luar biasa,” katanya.

Alizar menambahkan, menghafal alquran membuat anak menjadi cerdas. Ketika akan masuk Perguruan Tinggi, banyak fasilitas bagi mereka yang hafal alquran, misalnya masuk tanpa tes dan gratis uang kuliah.

“Anak-anakku sekalian, terus menghafal hingga 30 juz. Pelajari ilmu lain yang berkaitan dengan alquran,” pesannya.

Ketua Baznas Syamsuarni menyebutkan, kegiatan tersebut diikuti 255 orang peserta. Hafalan yang dinilai mulai dari 1 juz (maksimal kelas 3 SD), 2 juz (maksimal kelas 6 SD), 3 juz (maksimal kelas 3 SMP), 5 juz (maksimal 3 SMA).

“Ada juga kategori khusus untuk imam masjid dengan hafalan 3 juz. Namun yang mendaftar hanya 1 orang. Mudah-mudahan tahun depan lebih banyak yang ikut,” katanya.

Baznas akan memberikan reward berupa sertifikat dan beasiswa kepada peserta yang lulus seleksi. Untuk 1 juz beasiswanya Rp350 ribu, 2 juz Rp500 ribu, 3 juz Rp750 ribu dan 5 juz Rp1 juta. “Peserta terbaik masing-masing kategori, penghargaannya diserahkan saat ulang tahun kota, 1 Desember mendatang,” terangnya.

Pada kesempatan itu juga dilaksanakan penandatanganan MoU antara Baznas dengan Dinas Perdagkop dalam pemberdayaan ekonomi umat. Baznas memberikan modal usaha kepada mustahiq, lalu pembinaan oleh Dinas Perdagkop.

Usai penandatanganan MoU, diserahkan modal usaha ekonomi produktif kepada perwakilan mustahiq. Bantuan diserahkan langsung walikota dan ketua baznas. “Kerjasama yang baik, semoga berjalan sesuai harapan,” kata walikota. (Jas)