Bantuan Perumahan Swadaya Diserahkan

PARIAMAN – Sebanyak 111 unit bantuan perumahan swadaya yang tersebar di lima Desa di Kecamatan Pariaman Selatan dan Pariaman Utara diserahkan kepada keluarga prasejahtera.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Walikota Pariaman Genius Umar kepada Kepala Desa yang warganya mendapatkan di Balairung rumah dinas Walikota, Jumat (23/12).

“Hari ini kita menyerahkan secara simbolis bantuan rumah swadaya kepada masyarakat di 5 desa yakni Desa Balai Naras sebanyak 28 unit, Desa Manggung sebanyak 19 unit, Desa Tungkal Selatan sebanyak 19 unit, Desa Sikapak Timur sebanyak 16 unit, Desa Punggung Lading sebanyak 29 unit ,” ujar Wako Genius Umar.

Masing-masing masyarakat menerima dana sebesar Rp.50 juta, sebesar Rp.20 juta dari Kementerian PU dan Rp.30 juta lagi dari dana APBD Kota Pariaman. Ditambah dengan swadaya masyarakat penerima bantuan, bisa berbentuk dana, bahan material maupun tenaga tukang.

Baca Juga  Tim Mata Elang Amankan Pemilik Ganja di Pariaman

Genius berharap kualitas rumah swadaya ini lebih baik dari bantuan rumah program Baznas yang hanya senilai Rp.20 juta.

“Syarat rumah yang layak itu harus ada sanitasinya, harus ada Jamban/WC nya. Kemarin kita juga telah mendeklarasikan bahwa setiap rumah warga Kota Pariaman itu harus ada WC nya ,” tukasnya.

Genius menyebutkan, pemerintah terus berupaya membantu masyarakatnya yang tidak mampu, bahkan untuk tahun depan Pemko Pariaman akan membantu sebanyak 1000 WC.

Ia juga mengapresiasi kinerja kepala desa sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah. Aduan masyarakat akan disampaikan ke kepala desa, dan kepala desa menyampaikannya ke walikota.

Baca Juga  Bus Sekolah di Pariaman Sudah Beroperasi Lagi

Sementara itu, Kepala Dinas Perkim & LH, Feri Andri mengatakan, untuk tahun 2023 kita ada bantuan dari kegiatan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) melalui dana APBD Provinsi sebanyak 76 unit rumah yang tersebar di 35 desa dan kelurahan se-Kota Pariaman. Saat ini masih dalam verifikasi pihak Balai Provinsi.

Feri menyebutkan, hingga saat ini rumah yang masuk dalam kawasan permukiman kumuh di Kota Pariaman itu tinggal sekitar 120 unit lagi. (agus)