Bank Nagari Berkepedulian Tinggi, Bertumbuh dan Berintegritas Mengharumkan Nagari

FOTO BERSAMA - Pemimpin Bagian Humas Bank Nagari, Yudi Silvestra, Ketua RPN, dan pejabat terkait lainnya, foto bersama dengan beberapa anak yang selesai dikhitan. (ist)

Oleh Hendri Nova
Wartawan Topsatu.com

“Ayolah nak, kenapa harus takut? Tadi di rumah katanya berani, sekarang kok malah tidak mau di sunat?” bujuk Desi, pada anak lelakinya yang tiba-tiba kembali ciut nyalinya untuk disunat.

“Takut Bu… Ngeri… huu…huu…” ratapnya menghiba.
“Nggak usah takut, nanti kamu akan disuntik kebal dulu, jadi bakal nggak terasa sakitnya,” bujuknya lagi.
“Tapi Iqbal takut disuntik Bu… huu… huuu…” tuturnya kembali menangis lebih keras.
“Ya ampun… takut disuntik rupanya… Nanti waktu disuntik, Iqbal tutup saja matanya sambil menghafal Alqur’an. Dijamin pasti bakal tidak terasa…” bujuk ibunya lagi tak kenal putus asa.
“Ibu janji nggak bakal sakit?” tanyanya dengan tangis yang mulai berhenti.
“Ibu jamin, asal Iqbal membacanya fokus, tartil, bakal selesai dengan cepat…” janji ibunya lagi.
“Baiklah… Iqbal mau disunat…” ujarnya melegakan ibunya.

Dengan senyum lega, Desi menyerahkan putranya pada tim dokter ‘Anak Nagari Berkhitan” yang di season 02 ini digelar di Masjid Ahmad Khatib Alminangkabawi, Rabu, 02 Juli 2025, kerjasama antara Bank Nagari dan komunitas Rangkiang Peduli Nagari (RPN).

Berkat kesabaran dokter yang bertugas dan Desi yang berhasil memusatkan pikiran anaknya pada hapalan Qur’annya, Iqbal akhirnya selesai dikhitan. Ibunya lega, karena kini anaknya sudah sempurna sebagai lelaki Muslim.

“Saya sungguh sangat bersyukur pada Allah SWT, karena anak saya ini akhirnya bisa masuk dalam daftar anak yang dikhitan. Jika mengandalkan pendapatan ayahnya, mungkin butuh satu tahun lagi, atau musim libur tahun depan, baru Iqbal bisa disunat,” katanya dengan mata sedikit berair.

Desi mengucapkan terimakasih pada Bank Nagari dan komunitas RPN, karena Iqbal tak hanya sukses disunat namun dapat pula bingkisan dan santunan dari panitia. Ia pun tak bisa menahan air mata haru, sambil berjalan membawa Iqbal pulang ke rumah.

Program Anak Nagari Berkhitan menurut Pemimpin Bagian Humas Bank Nagari, Yudi Silvestra, merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Nagari, yang secara rutin digelar sebagai bentuk kontribusi perusahaan terhadap kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat (Sumbar), khususnya bagi generasi penerus.

kegiatan ini sejalan dengan komitmen Bank Nagari untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui layanan perbankan, tetapi juga melalui aksi-aksi sosial yang berdampak luas.

“Program ini adalah salah satu bentuk nyata kepedulian kami, karena kami percaya bahwa membangun masa depan harus dimulai dari memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak,” ungkap Yudi.

Lebih dari 100 anak mengikuti kegiatan khitanan massal ini dengan antusias. Selain layanan medis, anak-anak peserta juga mendapatkan bingkisan dan santunan dari panitia sebagai bentuk perhatian dan motivasi.

Bank Nagari menurutnya akan terus berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi sosial di Sumbar, melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Sementara Zeng Welf, Ketua RPN mengatakan, pihaknya sangat senang bisa bermitra dengan Bank Nagari. Apalagi temanya juga berbau Nagari, jadi sudah sangat sinkron dan membanggakan.

“Semoga kami bisa menggelar acara serupa di season tiga, dengan jumlah anak yang dikhitan lebih banyak lagi. Kita biasanya memanfaatkan waktu libur panjang sekolah, seperti saat ini,” ungkapnya..

Semangat Peduli Bank Nagari

Program khitanan massal ini, hanya satu dari banyak program CSR Bank Nagari yang sudah dinikmati masyarakat Sumbar. Seiring bisnis yang terus menunjukkan hasil positif, maka makin banyak pula program CSR yang bisa dinikmati masyarakat.

FOTO BERSAMA – Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, dan pejabat lainnya foto bersama setelah penyerahan ambulan. (ist)

Terbaru, Bank Nagari telah menyerahkan bantuan CSR berupa 1 (satu) unit ambulance kepada Yayasan Semen Padang Hospital. Menurut Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, program CSR ini merupakan bentuk kepedulian Bank Nagari terhadap sektor kesehatan yang menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat.

“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan, khususnya dalam penanganan pasien yang membutuhkan layanan cepat dan tepat. Ini merupakan bagian dari komitmen Bank Nagari untuk terus hadir dan memberikan kontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, penyerahan bantuan ini juga menjadi bagian dari upaya mempererat sinergi dan kerja sama antara Bank Nagari dengan Yayasan Semen Padang Hospital dalam mendukung penguatan layanan kesehatan di Sumbar.

“Kami memandang kolaborasi dengan Yayasan Semen Padang Hospital sebagai langkah strategis dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat. Ke depan, kami berharap kerja sama ini dapat terus dikembangkan dalam berbagai program yang memberikan manfaat luas,” tambahnya.

Ia mengatakan, Bank Nagari secara konsisten menjalankan program CSR yang berfokus pada berbagai sektor strategis, termasuk kesehatan, pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Melalui penyaluran CSR ini, Bank Nagari berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung pembangunan daerah, khususnya di Sumbar.

Sementara Ramadhan lalu, Bank Nagari juga menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan 1.657 paket sembako Ramadhan kepada para petugas kebersihan atau Pasukan Kuning di Padang.

Baca Juga  Lirik dan Chord Lagu Minang Manyimpan Raso yang Viral di TikTok

Selain itu, juga ada bedah rumah, bantuan korban kebakaran, bantuan pendidikan, donor darah, dan masih banyak kepedulian lainnya.

Terus Bertumbuh dan Berintegritas

Program kepedulian Bank Nagari melalui CSR, berjalan sukses berkat bisnis yang terus bertumbuh, sehingga menjadikan Bank Nagari sebagai bank yang penuh integritas. Pada laporan kinerja Bank Nagari 2025 dijabarkan, bahwa aset telah tembus Rp33,61 Triliun, dengan Unit Usaha Syariah (UUS) yang tumbuh semakin kuat.

Meski di tengah tekanan ekonomi global dan perlambatan ekonomi nasional maupun daerah, Bank Nagari menurut Gusti Candra, tetap menunjukkan kinerja yang relatif solid dengan total aset mencapai Rp33,61 triliun, tumbuh 1,97 persen dibandingkan Desember 2024 (unaudited).

Hal itu dipaparkan Gusti Candra di hadapan pimpinan media se-Sumbar. Gusti yang juga didampingi jajaran direksi, Komisaris Utama, Andri Yulika, dan jajaran komisaris, Dewan Pengawas Syariah (DPS), Pemimpin Divisi dan Kepala Cabang di lingkungan Bank Nagari menyampaikan, dari sisi intermediasi, penyaluran kredit dan pembiayaan tercatat Rp25,27 triliun, terkoreksi 1,10 persen secara tahunan.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh belum optimalnya permintaan kredit, seiring melemahnya daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi yang melambat sepanjang 2025.

Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) berhasil dihimpun sebesar Rp26,84 triliun, tumbuh 0,58 persen. Pertumbuhan DPK dinilai tetap terjaga meski masyarakat cenderung menggunakan tabungan untuk kebutuhan konsumsi, dengan tetap memperhatikan keseimbangan likuiditas melalui optimalisasi Loan to Deposit Ratio (LDR).

Dari sisi profitabilitas, laba bersih Bank Nagari tahun 2025 tercatat Rp493,74 miliar, mengalami kontraksi 8,24 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan laba dipengaruhi oleh belum tumbuhnya kredit sebagai sumber utama pendapatan operasional serta kondisi ekonomi yang menantang

Di satu sisi, di tengah tekanan tersebut, Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Nagari justru menunjukkan kinerja yang impresif. Total aset syariah mencapai Rp6,49 triliun, tumbuh 6,28 persen.

Gusti menyebut, pembiayaan syariah meningkat signifikan menjadi Rp4,63 triliun atau tumbuh 14,66 persen, sementara DPK syariah tercatat Rp4,91 triliun, tumbuh 3,62 persen.

Kemudian, laba setelah pajak UUS Bank Nagari juga meningkat menjadi Rp224,62 miliar, tumbuh 15,43 persen. Kontribusi aset UUS terhadap induk meningkat dari 18,52 persen pada 2024 menjadi 19,31 persen pada 2025, menandakan penguatan bisnis perbankan syariah Bank Nagari.

Rasio Keuangan tetap Sehat

Dari sisi rasio keuangan utama, Bank Nagari mencatat CAR 23,72 persen, jauh di atas ambang batas minimum. ROA 1,89 persen, ROE 12,79 persen, NIM 5,89 persen, dan LDR 94,15 persen menunjukkan fungsi intermediasi bank berjalan dengan baik.

Sementara NPL 2,40 persen masih berada dalam kategori sehat dan BOPO 82,69 persen mencerminkan efisiensi operasional yang tetap terjaga.

Digitalisasi dan Jaringan Layanan

Lebih lanjut Gusti menyampaikan, Bank Nagari juga mencatat pertumbuhan signifikan pada layanan digital. Jumlah pengguna Ollin by Nagari meningkat 57,08 persen menjadi 336.933 user, sementara pembukaan rekening online mencapai 22.312 rekening sepanjang 2025.

Di sisi jaringan, hingga Desember 2025 Bank Nagari memiliki 1.261 jaringan dan layanan, termasuk kantor cabang, ATM, CRM, dan EDC.

Bank Nagari menilai perlambatan ekonomi dipengaruhi oleh efisiensi belanja pemerintah, penurunan transfer ke daerah, bencana alam di Sumbar, serta penyesuaian kebijakan penyaluran KUR.

Meski demikian, Bank Nagari tetap mampu menjaga kinerja dan meraih 33 penghargaan nasional dan regional sepanjang 2025, termasuk predikat idA /Stable dari PEFINDO dan berbagai penghargaan di bidang kinerja keuangan, layanan digital, serta perbankan syariah.

Sementara Komisaris Utama (Komut) Andri Yulika mengapresiasi kinerja Bank Nagari sepanjang 2025 yang terus tumbuh meskipun Di tengah tekanan ekonomi global dan perlambatan ekonomi nasional maupun daerah.

“Kami tentu di jajaran komisaris kami akan terus menjalankan tugas kami untuk melakukan pengawasan dan mendukung kerja-kerja direksi di 2026,” katanya.

Dewan Pengawas Syariah Bank Nagari, Prof Yasri juga turut mengapresiasi, khususnya kepada Unit Usaha Syariah Bank Nagari yang menunjukkan kinerja yang impresif.

“Kami berharap kinerja bagus yang dilakukan di 2025 bisa dipertahankan atau bahkan ditingkatkan agar kinerja baik itu semakin dirasakan manfaatnya bagi perekonomian masyarakat,” pungkasnya.

Gebrakan Ke depan

Meski telah membukukan kinerja yang solid dan membukukan laba yang besar, Bank Nagari tentunya bisa berbuat yang lebih baik lagi di masa datang, dengan membuat berbagai gebrakan spektakuler yang tak hanya akan memperkuat modal Bank Nagari, tapi juga bisa memberikan kontribusi yang lebih baik lagi di masa datang, khususnya dunia pendidikan dan kemajuan ekonomi masyarakat.

Tidak bisa dipungkiri, dunia pendidikan saat ini dihadapkan pada biaya pendidikan yang bagi sebagian peserta didik tidak terjangkau, sehingga berakibat pada anak putus sekolah. Bahkan menurut Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, ada lebih dari 17.000 anak di Sumbar tidak bersekolah, dan sekitar 7.000 di antaranya berada di Kota Padang (sumbardaily.com).

Bank Nagari bisa mengentaskan semua masalah pendidikan ini, dengan program Peduli Pendidikan Bank Nagari. Sumber dana yang diambil harus dari dana abadi umat yang bisa dikumpulkan melalui lembaga Unit Pengumpul Wakaf (UPW) Bank Nagari.

Baca Juga  Investasi Masa Depan, BRI Bukittinggi Guyur SDN 05 Maninjau Bantuan Sarana Pendidikan

Kenapa memilih wakaf, karena wakaf menjanjikan pahala berkelanjutan bagi manusia yang mewakafkan hartanya. Harta pokok wakaf tidak boleh dikurangi, dihabiskan, apalagi dijual. Tapi nilai manfaatnya bisa digunakan untuk kebaikan umat Islam yang menjadi agama wajib orang Minangkabau.

UPW Bank Nagari bisa menawarkan kerjasama pada seluruh walikota/bupati se-Sumbar, untuk bisa mengumpulkan gerakan wakaf Rp1.000 per minggu pada semua individu Muslim di Sumbar. Kenapa angka Rp1.000, karena angka Rp1.000 adalah angka yang ringan dan tidak memberatkan jika dipungut satu kali dalam seminggu per kepala.

Apalagi wakaf uang menjanjikan pahala yang terus mengalir, tentu akan membuat masyarakat makin semangat untuk berwakaf melalui UPW Bank Nagari. Dengan telah mengantongi izin dari semua Bupati/Walikota, maka Bank Nagari bisa merekrut selurut ketua RT, untuk menjadi ujung tombak untuk mengumpulkan wakaf uang ini.

Agar posisi UPW Bank Nagari kuat, yakinkan para pemimpin daerah, bahwa UPW Bank Nagari tidak akan mengambil hak amil sampai batas maksimal 12,5%, tapi cukup satu persen saja, untuk biaya administrasi dan operasional para Ketua RT.

Lalu dimana sumber pemasukan bagi petugas UPW Bank Nagari, selain dari gaji tetap dari Bank Nagari, mereka harus dijanjikan bonus dengan persentase yang disepakati, dari hasil pengembangan dari dana wakaf uang yang disalurkan Bank Nagari untuk pembiayaan kredit syariah, penyertaan modal atau lainnya.

Nah, mari kita mulai perhitungan keuntungan dan dana abadi yang bisa didapat Bank Nagari, dari Program Wakaf Uang Rp1.000 per orang di setiap minggunya. Jika saat ini (estimasi 2026) penduduk Sumbar yang Muslim diperkirakan sebanyak 5,71-5,75 juta jiwa, maka potensi wakaf uangnya per minggu sebanyak Rp5,75 miliar, per bulan akan menjadi Rp23 miliar, dan per tahunnya menjadi Rp229 miliar.

Jika uang Rp25 miliar per bulan ini di depositokan secara syariah equivalent rate untuk deposito tenor satu bulan dengan nominal besar (di atas Rp5 miliar) berada di kisaran 5,5-6,0 persen per tahun.

Jika kita pakai hitungan 5,5 persen dengan dana deposito Rp23 miliar, maka bagi hasil bersih setelah dipotong pajak 20 persen sebanyak Rp84,3 juta per bulan. Maka satu tahun akan menjadi Rp1,01 miliar.

Dengan dana bagi hasil sebesar Rp84 juta setiap bulan, maka sudah dapat memberikan beasiswa penuh (uang sekolah + uang saku) untuk sekitar 80-100 siswa SLTA/mahasiswa. Di tahun kedua dan seterusnya, tentu jumlah siswa/mahasiswa yang mendapatkan beasiswa gratis untuk pendidikannya akan terus bertambah, dan pada akhirnya biaya pendidikan seluruh siswa Muslim di Sumbar bisa digratiskan atau ditanggung oleh dana wakaf abadi umat Islam.

Dan bagi Bank Nagari, dana abadi wakaf Rp23 miliar per bulan, akan membuat modal Bank Nagari makin kuat, sehingga bisa memberikan akses kredit yang lebih kompetitif lagi. Dana abadi wakaf ini, akan menjadi tulang punggung Bank Nagari dan jumlahnya akan terus bertambah, seiring tingginya kesadaran masyarakat Sumbar berwakaf uang.

Bisa jadi bukan hanya Rp1.000 per minggu, mereka bisa berwakaf lebih dari itu, dengan harapan pahala yang akan terus mengalir selama dana wakaf tersebut terus dimanfaatkan. Mereka tak hanya semangat berwakaf untuk diri sendiri, namun juga akan berwakaf untuk orang tua atau karib kerabat atau anggota keluarga lainnya.

Agar semua ini berjalan mulus, maka Bank Nagari harus membuatkan payung hukum yang kuat dan mengikat pada semua kepala daerah. Jika masalah dana pendidikan kelar, maka Unit Pengumpul Wakaf Bank Nagari, bisa melirik bisnis menguntungkan lainnya, seperti investasi kebun kelapa sawit, hotel syariah, rumah sakit syariah, dan usaha menguntungkan serta minim risiko lainnya, sehingga dana wakaf semakin berkembang dan menambah dana pokok.

Jika ide ini dieksekusi Bank Nagari, maka Bank Nagari akan memiliki dana abadi yang tumbuh otomatis tanpa biaya pemasaran. Maka dalam masa 10 tahun saja, Bank Nagari bisa bertransformasi dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) menjadi pusat gravitasi ekonomi syariah nasional yang berbasis kekuatan akar rumput (RT).

Agar program ini berkekalan dan berjalan mulus, maka Bank Nagari bisa menyalurkan dana CSR-nya pada RT-RT yang menjadi ujung tombak pengumpulan dana. Bisa jadi pemberian seragam, perangkat digital untuk pencatatan wakaf atau apresiasi yang membahagiakan lainnya.

Agar kepercayaan pewakaf makin tinggi, maka pengelolaan dana wakafnya harus transparan dan mudah diakses siapa saja. Dengan demikian semua dana umat Islam yang masuk ke dalam wakaf uang, akan menjadi tulang punggung kemajuan Sumbar dengan anak-anak yang cerdas dan UMKM yang kuat dengan pembiayaan dan pembinaan secara syariah.

Dengan demikian, Bank Nagari sebagai bank yang memiliki kepedulian sosial, akan terus bertumbuh dan semakin berintegritas. Tidak hanya di mata warga Sumbar, tapi juga akan menjadi pilot project bagi provinsi lainnya di Indonesia dan bahkan negara berpenduduk Muslim lainnya di dunia. (*)