Banjir Tiap Tahun, Program Normalisasi Batang Lembang Tetap Diajukan

oleh
Kondisi di jorong Padang Belimbing Kotosani, yang terkena dampak banjir. dt. rusmel

AROSUKA-Mengantisipasi kerusakan fasilitas umum akibat banjir,  warga selain bahu membahu membersihkan kali Beringin dari berbagai material potongan kayu-kayu besar. Kadis PU dan Penataan Ruang Kabupaten Solok, Effia Vivi Fortuna mengaku harus harus membagi kerja alat berat yang dimiliki Pemkab Solok.

Saat ini, kata dia, pihaknya fokus untuk memindahkan material longsor yang terjadi di Kecamatan IX Koto Sungai Lasi. “Ada 20 titik longsor di Sungai Lasi, namun yang terparah ada 4 titik dan membuat akses jalan masyarakat terputus total, akses ini yang harus kita buka dulu,” katanya.

Selain itu, Longsor juga merusak 4 unit rumah warga di daerah Sungai Durian yang membuat warga tersebut harus direlokasi ke tempat yang lebih aman. Bencana longsor juga terjadi di sejumlah titik di Nagari Katialo Kec. X Koto Diatas

Vivi menambahkan, terkait bencana banjir yang terjadi di Kecamatan Kubung, pihaknya tidak menampik telah terjadi kerusakan di daerah hulu sungai sehingga berkurangnya daerah serapan air. Mengatasi itu,  dirinya akan terus mendorong pemerintah setempat untuk melakukan konservasi ulang dan reboisasi di kawasan hulu dengan berbagai program penghijauan.

Sementara di kawasan hilir Batang Lembang, Pemkab Solok akan terus berupaya meminta partisipasi masyarakat untuk mau membantu program normalisasi yang sebelumnya terganjal status pembebasan lahan.

Dikatakan, upaya  menggaet bantuan normalisasi sungai di daerah itu terus dilakukan. ” Untuk tahun ini juga ada, kami harap masyarakat bermurah hati dalam pembebasan lahan, karena kita sudah melihat dampak banjir ini tiap tahun,” kata Vivi. (dt.rusmel)

Loading...