Bangun Kekompakkan, Itu Kuncinya

oleh -357 views
KAPTEN TIM- Endra M (kanan) ketika berjabat tangan dengan Herry Kiswanto saat mau laga. Endra M pernah menjabat ban kapten di skuad Semen Padang. (dok endra m)

 

PADANG-Laga Semen Padang FC kontra PSM menyisakan dua hari ke depan, Senin (20/5) malam di Stadion Andi Mattalata, Matoangin, Makassar. Dengan sisa waktu dua hari ke depan pandangan, masukan atau saran terus berdatangan dari para mantan pemain tim dari Bukit Karang Putih itu.

Masukan dari para mantan pemain legendaris Semen Padang kali ini datang dari Endra Mahyuni, Ruben Cristof dan Kusdiyanto serta Taufik Yunus

Singgalang secara terpisah dan bergantian menghubungi tiga pemain hebat di masa jayanya itu. Masukan ketiga legendaris Kabau Sirah ini hampir sama menyatakan semua pemain bersama manajemen harus menjaga kekompakkan tim, baik di dalam maupun di luar pertandingan.

“Ya, kekompakkan tim ini harus terus terjaga baik saat di luar apalagi dalam lapangan. Kami pada era 90-an kunci tim berhasil ya salah satu faktor utama kompak. Ibarat di militer salah seorang maka salah semuanya,” kata Endra Mahyuni.

Dikatakan  Endra M, menghadapi laga perdana dan memainkan pertandingan kandang, memang berat. “Makanya kekompakkan semua tim harus terjaga dengan baik. Bertarung dengan fighttinggi, jangan menyerah. Ini sepakbola, tidak ada yang tak mungkin,” kata mantan il-capitanoKabau Sirah ini.

Mamak –sapaan Endra M- juga menyatakan kegembiraannya karena manajemen tim telah kembali mau mengajak para mantan pemain untuk berdiskusi atau saling tukar pikiran. “Terima kasih, Pak Rinold (Thamrin) yang telah mau mengajak para mantan,” kata Mamak.

Kusdiyanto yang dikontak pun memberi motivasi kepada tim agar mau kerja keras. “Setahu saya pemain di Indonesia levelnya hampir sama. Makanya semua pemain harus mau kerja keras dengan fighting spirit,” kata Kusdiyanto.

Dikatakan mantan striker mungil namun lincah ini, menghadapi PSM merupakan laga perdana. “Jangan deman panggung apalagi main di luar, displin, bangun semangat kebersamaan mulai dari lini belakang sampai depan,” kata Kusdiyanto.

Diakhir masukan Kusdiyanto yang kini bertugas sebagai Pelaksana di Perwakilan Pemasara PT Semen Padang di Banten itu, bermain imbang saja di markas lawan sudah raihan positif .

“Berlaag di kandang lawan hasil satu poin sudah positif,” kata Kusdiyanto.

Setali tiga uang dengan mantan bomber yang memiliki postur besar yang satu ini, Taufik Yunus. “Mencuri poin di markas PSM sudah hasil bagus. Makanya, taktik permainan terlalu terbuka jangan diperagakan. Lawan harus kita akui secara materi memang di atas kita (SPFC),” kata Taufik Yunus.

Taufik Yunus pun mengingatkan pemain tak boleh terlalu pede. Kekompakkan tim harus diperlihara apalagi setahu saya tim kita ini kerangkanya baru. Namun bukan tidak mungkin pula kita bisa menang, makanya harus kompak dan kerja keras hingga laga usai,” kata Taufik.

Masukan pun datang dari mantan penjaga gawang, Ruben Cristof. Berkemungkinan besar pelatih Syafrianto Rusli memasang Teja Paku Alam di lini paling belakang.

“Kalau Teja saya rasa tidak diragukan kemampuannya. Insya Allah Teja dalam kondisi fit. Semoga di laga perdananya membela Semen Padang FC, Teja bisa mempersembahkan poin dan berpenampilan bagus,” kata penjaga gawang era 80-an itu.

Jadi, kesimpulan dari pandangan serta masukan keempat mantan pemain Semen Padang itu, kunci utama saat menghadapi skuad Juku Eja pada Senin (20/5) lusa malam itu menjaga kekompakkan tim serta bekerja keras. (dede)

 

Loading...