Audiensi Liga Dangdut 2 di Padang Diikuti Ratusan Orang

oleh
Peserta audisi Lida 2 di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Minggu (7/10). (*)

 

PADANG – Pelataran Aula Kantor Gubernur Sumbar, Minggu (7/10), diramaikan ratusan masyarakat. Mereka mengantre untuk mengikuti audisi kompetesi bernyanyi tingkat nasional “Liga Dangdut Indonesia” (Lida) 2 yang menjadi program unggulan di stasiun televisi “Indosiar”.

Tahun lalu, program ini sempat menyita perhatian masyarakat Sumbar karena putra Ranah Minang masuk sebagai finalis, yakni Arif.

Jumlah peserta audisi dari Sumbar meningkat dibanding tahun sebelumnya. Dimana pada Lida 1 diikuti 183 peserta audisi, Sementara Lida 2 tahun ini diikuti 232 peserta.

“Tahun ini pasti akan ada perwakilan dari Sumatera Barat, karena Lida memakai konsep baru yakni dengan membawa peserta terbaik di masing-masing provinsi se-Indonesia. Sebanyak 10 peserta terbaik akan kita bawa ke Jakarta dan diseleksi kembali,” ujar PSRD Division Head Lida 2 Indosiar, Ekin Gabriel di Padang.

Pekan pertama audisi, tambah dia, berlangsung serentak di tiga provinsi, yakni Sumatera Barat, Jambi dan Kepulauan Riau.

Ekin menjelaskan berbeda dengan audisi Lida tahun sebelumnya, Lida tahun ini digelar semakin kompetitif dengan memilih idola Indonesia yang mewakili seluruh provinsi. Panitia audisi akan membawa 10 peserta audisi terbaik dari masing-masing provinsi. Mereka akan dibawa ke Jakarta dan diseleksi kembali.

“Pekan pertama audisi LIDA berlangsung serentak di tiga provinsi yaitu di Padang (Sumatera Barat), Tanjung Pinang (Kepulaun Riau) dan Kota Jambi (Provinsi Jambi),” katanya.

Seperti tahun lalu, lanjutnya, audisi boleh diikuti oleh peserta berusia 15 sampai 25 tahun. Calon peserta hanya boleh mengikuti audisi di provinsi sesuai dengan keterangan yang terdapat pada identitas kependudukannya. Pendaftaran bisa dilakukan langsung pada saat audisi atau bisa melalui pesan aplikasi whatsapp yang sudah disediakan oleh panitia.

“Pendaftaran tidak dikenakan biaya apapun, formulir pendaftaran dapat diambil secara gratis,” tegasnya. (titi)

 

Loading...