Padang  

Atasi Stunting, Warga Padang Diajak Gemar Makan Ikan

PADANG – Kota Padang berada di bibir pantai. Dipastikan berbagai jenis ikan segar terdapat di Kota yang kini berusia 3,5 abad itu. Apalagi ikan mengandung protein dan Omega 3 yang baik untuk tubuh.

Meski berada di pinggir pantai, akan tetapi tingkat kesadaran warga untuk mengonsumsi ikan masih terbilang rendah. Salah satu penyebab rendahnya konsumsi ikan, angka stunting (gagal tumbuh anak akibat kekurangan gizi) di Padang masih berada di angka cukup tinggi. Agar angka stunting tidak melonjak drastis, Pemerintah Kota Padang mengajak warganya untuk gemar memakan ikan.

“Ikan baik bagi tubuh, karena itu kami mengajak seluruh warga Kota Padang untuk mengonsumsi ikan,” ajak Plh Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang Hartaleni didampingi Kabid Pengembangan Usaha dan Kelembagaan Yulza Ermita, Sabtu(6/3/2021).

Sementara itu, Yulza Ermita menyebut ajakan makan ikan memang perlu digalakkan di Kota Padang. Sebab, angka konsumsi ikan di Padang masih berada di angka 37,61 Kg/kapita/tahun. Artinya, masyarakat Padang rata-rata baru mengonsumsi ikan sebanyak 1,2 ton/hari. Sedangkan potensi Kota Padang cukup besar karena berada di bibir pantai.

Ikan memang cukup baik dikonsumsi bagi ibu hamil dan menyusui. Melalui gemar makan ikan, akan dapat menangani masalah stunting, termasuk tumbuh kembang anak balita dan remaja putri usia produktif, serta masyarakat rawan gizi lainnya. Selain itu, ikan menjadi salah satu sumber asupan pangan kaya protein dan Omega 3.

“Ikan sangat relevan untuk mendukung program prioritas penanganan stunting,” jelas Yulza Ernita.
Menjawab itu semua, paket ikan olahan digelontorkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) yang bermitra dengan Komisi IV DPR RI. Paket ikan olahan diserahkan kepada warga Pasie Nan Tigo dan warga di hampir seluruh kecamatan di Padang, Rabu (3/3/2021) lalu.

Sebanyak 250 paket diterima penerima manfaat di Kota Padang. Paket tersebut berisi ikan/olahan ikan diantaranya ikan tuna beku, rendang tuna, abon tuna, bakso ikan dan pempek. Dalam “Safari Gemarikan” yang digagas Kementerian KKP itu, anggota DPR Ri Hermanto menyerahkan langsung paket ikan olahan kepada warga yang membutuhkan.

“Melalui program ini diharapkan masyarakat menikmati mutu ikan tuna kualitas eksport,” harap Yulza Ermita.
Penyerahan paket ikan olahan dari anggota Komisi IV DPR RI dan Kementerian KKP digelar di Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah. Selain anggota Komisi IV DPR RI Hermanto, juga nampak hadir Direktur Pengolahan dan Bina Mutu Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian KKP Trisna Ningsih, Kadis Kelautan dan Perikanan Pemprov Sumbar Yosmeri, Plh Kadis Kelautan dan Pangan Hartaleni, Anggota Komisi II DPRD Padang Muharlion, Camat Koto Tangah Magdalena, serta Lurah setempat. (Charlie)