PADANG PARIAMAN – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Muhammad Jumhur Hidayat, menegaskan pentingnya gerakan Tobat Ekologis untuk menghadapi berbagai persoalan lingkungan yang semakin kompleks. Menurutnya, dunia saat ini menghadapi tiga krisis lingkungan global atau triple planetary crisis.
Tiga krisis tersebut meliputi perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta persoalan polusi dan limbah. Ketiganya saling berkaitan dan memberikan dampak langsung terhadap kehidupan manusia maupun keberlangsungan ekosistem.
Jumhur menyampaikan hal tersebut saat menghadiri kegiatan Peninjauan Inovasi HSSEC Green Campus dan Penanaman Pohon di lingkungan Politeknik Pelayaran Sumatera Barat, Korong Tiram, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (14/7/2026). Dalam kesempatan itu, dia pun mengapresiasi keterlibatan PT Semen Padang dalam mendukung gerakan Tobat Ekologis di Sumatera Barat.
Menurut Jumhur, konsep Tobat Ekologis bukan sekadar slogan, melainkan ajakan untuk memperbaiki hubungan manusia dengan alam. Berbagai fenomena seperti banjir yang semakin sering, peningkatan suhu udara, penurunan kualitas air dan menyempitnya ruang hidup berbagai spesies menjadi tanda adanya ketidakseimbangan hubungan tersebut.
“Banjir datang lebih sering, suhu udara terus meningkat, kualitas air menurun, dan ruang hidup berbagai spesies semakin menyempit,” ujarnya.
Ia menjelaskan, konsep tobat dalam dimensi ekologis dapat dimaknai sebagai kesadaran manusia untuk kembali bertanggung jawab dalam menjaga bumi. Gagasan tersebut sejalan dengan pendekatan ekoteologi yang menempatkan pelestarian lingkungan sebagai amanah moral dan spiritual, bukan semata kewajiban sosial.
Jumhur menilai kerusakan lingkungan pada akhirnya akan kembali berdampak kepada manusia. Hutan yang hilang, sungai yang tercemar, dan kualitas udara yang memburuk merupakan persoalan ekologis yang secara langsung memengaruhi kualitas hidup masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, PT Semen Padang turut menunjukkan komitmen melalui penyerahan 3.300 bibit mangrove kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Bibit tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkuat ekosistem pesisir dan mendukung mitigasi bencana hidrometeorologi.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penanaman pohon kelapa oleh Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, dan Direktur Operasi PT Semen Padang Andria Delfa. Kolaborasi tersebut menjadi simbol bahwa upaya menghadapi krisis lingkungan membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah, dunia usaha, institusi pendidikan, dan masyarakat.
Ketiga berita ini sudah dibuat dengan fokus SEO yang berbeda: berita pertama menonjolkan aksi konkret PT Semen Padang dan 3.300 bibit mangrove, berita kedua fokus pada gerakan Tobat Ekologis dan peran Gubernur Mahyeldi, sementara berita ketiga mengangkat perspektif Menteri LH tentang krisis lingkungan global dan makna Tobat Ekologis. (*)












