Anton Yondra Minta Wartawan Jaga Profesi, Yuldaveri Jadi Ketua PWI Tanah Datar

Ketua PWI Tanah Datar Terpilih Yulda Veri dan anggota PWI Tanah Datar bersama Ketua PWI Provinsi dan jajaran. (yusnaldi)

BATUSANGKAR – Wartawan di Tanah Datar diminta untuk menjaga wibawa profesi dan kebersamaan agar dihargai aparat, Pemkab dan masyarakat.

“Sudah saatnya wartawan di Tanah Datar mengakhiri sikap buruknya dengan bekerja profesional, menghargai profesi dan menjalin kebersamaan agar keberadaannya dihargai Pemkab atau semua pihak,” kata Wakil Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra.

Ia menyampaikan hal ini saat berbicara dalam Konfercab PWI Tanah Datar Sabtu, (2/7) di gedung DW Kawasan Indo Jalito Batusangkar dihadapan Wabup Richi Aprian, Kajari Hardijono Sidayat, Direktur PDAM Win, Ketua PWI Tanah Datar Periode 2019-2022 Mustafa Akmal Dt. Sidi Ali, Pelaksana Tugas Ketua PWI Tanah Datar Merianto, Ketua KWRI Bonar Suryawinata,

Kemudian, juga ada Ketua PWI Provinsi Sumbar H. Heranof Firdaus, Kadis Kominfo dan sejumlah pengurus PWI provinsi serta wartawan Tanah Datar.

Anton malang melintang jadi wartawan di sebuah harian daerah dan anggota PWI ini melihat selama ini pekerja media di Tanah Datar bermental tak sehat, tak paham etika jurnalistik, hilangnya kebersamaan dan santai dalam bekerja.

Ia berharap di kabupaten kecil ini, tak ada perusahaan dan swasta yang bisa diajak bekerjasama atau sponsor dunia usaha. Kecuali, mengharap kemitraan dengan Pemkab dan DPRD.

Wakil Ketua DPRD dan politisi Partai Golkar ini mengatakan beberapa tahun lalu ia berinisiatif menganggarkan kegiatan pemberdayaan bagi wartawan.

Dalam perjalanan hingga sekarang, upayanya nyaris tak dapat dukungan dari wartawan, karena tak ada lagi rasa kebersamaan, saling menghargai dan lunturnya etika profesi.

“Makanya, sekarang secara organisasi saya minta pada pengurus PWI, KWRI dan organisasi lainnya agar bersatu, menjaga harkat organisasi, mengedepankan solidaritas, dan saling menghargai sehingga bisa secara bersama berbenah menjalin kemitraan dengan Pemkab atau DPRD,” kata Anton.

Ia menyatakan siap menyokong kegiatan wartawan, baik untuk pemberdayaan profesi atau studi komparatif lainnya.

Sementara saat Konfercab itu Wartawan Senior Yuldaveri, terpilih menjadi ketua PWI Tanah Datar Periode 2022-2025, sekaligus ketua tim formatur yang akan menyusun komposisi lengkap kepengurusan.

Yuldaveri saat menyampaikan visi misi.
Yuldaveri terpilih setelah memperoleh 15 dari 16 suara sah dalam pemilihan ketua. Selain menetapkan ketua dan ketua formatur, sidang pleno Konfercab juga menetapkan tim formatur yang langsung diketuai Yuldaveri dengan anggota-anggota Musriadi Musanif dan H. Heranof Firdaus.

“Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan rekan-rekan. Saya berharap, kerjasama dan sinergitas bisa kita tingkatkan di masa mendatang, sehingga PWI di Tanah Datar akan tumbuh jadi wadah yang mengayomi, membina, membimbing, dan tempat berhimpunnya para wartawan sebagai wadah menuju profesionalisme dan meningkatkan kompetensi,” sebut Yuldaveri pada pidato perdananya selaku ketua PWI Tanah Datar.

Jejak Yuldaveri sebagai wartawan sudah cukup panjang. Dia pernah jadi wartawan Harian Haluan, kemudian berlanjut menjadi wartawan media online Fajarharapan.id, yang merupakan bagian dari grup media Fajarsumbar.com.

Pengalamannya di birokrasi Pemerintahan Kabupaten Tanah Datar yang bersentuhan dengan dunia kewartawanan juga cukup dalam. Selain pernah bertugas di Bagian Humas Setdakab Tanah Datar, dia juga lama menjadi kepala Bagian Humas pada Sekretariat DPRD Kabupaten Tanah Datar.

Ketua PWI Provinsi Sumbar H. Heranof Firdaus dalam amanatnya pada penutupan Konfercab menegaskan, dinamika yang berlangsung selama konferkab cukup menggembirakan. Kendati berbagai tanggapan bermunculan dari peserta konferensi, namun kemudian mencair karena adanya semangat kebersamaan dan niat bersama untuk memajukan PWI di masa mendatang.

“Selamat kami ucapkan kepada Yuldaveri. Kami dari pimpinan provinsi sangat senang, karena peserta konferensi telah memberikan kontribusi positif melalui pemberian pendapat, pandangan, kritikan, dan usulan yang disampaikan selama berlangsungnya konferensi. Ini momentum penting untuk melangkah bersama memajukan organisasi profesi kita,” sebutnya.

Ia mengingatkan, tugas utama PWI adalah mencetak wartawan profesional melalui berbagai kegiatan, diantaranya Karya Latihan Wartawan (KLW), Uji Kompetensi Wartawan (UKW), mematuhi kode etik, dan menegakkan marwah organisasi.

Agenda mendesak yang perlu jadi perhatian pengurus baru nantinya, sebut Heranof, di antaranya mempersiapkan atlet yang akan dikirim mengikuti Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas), Konferensi Provinsi PWI Sumbar, dan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2023. (ydi)