Limapuluh Kota – Kabupaten merupakan salah satu daerah yang menjadi langganan bencana di Sumatera Barat. Banyak bencana silih berganti yang terjadi di daerah itu setiap tahunnya. Apalagi daerah yang meiliki geografis berbukit dan bersungai, sangat cocok sekali sebagai daerah bencana.
Guna mengantisipasi hal itu dan meningkatkan penanganan bencana, Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, telah meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk membentuk Tim Reaksi Cepat-Penanggulangan Bencana (TRC-PB). Untuk memberikan pembekalan kepada TRC-PB itu, diberikan sosialisasi dan gladi kesiapan bencana tahun 2022 ini.
Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, kepada wartawan, Selasa (5/7), mengatakan, dalam mengantisipasi dan penangganan bencana di Limapuluh Kota memang perlu tim yang bisa bergerak cepat. Karena bencana datang tidak terduga serta tak jarang menimbulkan traumatik mendalam bagi masyarakat.
“TRC dibentuk untuk mengantisispasi secara dini segala macam bencana yang akan terjadi serta respon cepat, tepat dan akurat dengan melibatkan lintas sektoral untuk kepentingan masyarakat yang terdampak bencana. Mudah-mudahan dengan adanya sosialisasi ini akan terjalin sinergitas antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam penanggulangan bencana di daerah kita ini,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini dapat memberikan panduan bagi personil yang tergabung dalam TRC BPBD, agar dapat melaksanakan tugas secara cepat dan tepat, sesuai dengan perkembangan kondisi bencana yang terjadi. “Orang yang tergabung dalam TRC merupakan orang militan, yang memiliki sosial responsif terhadap masalah kebencanaan. Masalah kebencanaan tidak bisa mengatakan ada dana atau tidak. Sekarang ini bagaimana kita berkolaborasi dengan semua elemen masyarakat. Ikuti kegiatan ini dengan sebaik mungkin, untuk meningkatkan ilmu dan pemahaman sebagai anggota TRC,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Rahmadinol, secara terpisah, mengatakan, Pemkab Limapuluh Kota sebagai pencetus pertama kali pembembentukan TRC di Indonesia. Menurutnya, dengan eksisnya TRC disuatu daerah menandakan kesiapsiagaan masyarakat dan tim sudah sangat solid. “Ini menandaka bahwa perhatian bupati atau kepala daerah pada kesiapaiagaan bencana dapat diakui. Harapan kita kedepan, di nagari juga akan segera terbentuk nagari tangguh bencana, yang didukung oleh BPBD maupun nagari,” ucap Kalaksa itu. 207












