Angkatan Pertama jadi Karyawan Tahun 1983

oleh -436 views
Inilah starting XI skuad Semen Padang saat tampil di musim 1986 di Stadion Senayan Jakarta (SUGBK kini). Berdiri (ki-ka); Muharman, Syafrianto Rusli, Syahrial, Trisno Afandi dan Lasdiarman. Jongkok (ki-ka) Weliansyah, Karyadi Rusni, Anton Syofnevil, Ramlan, Afdhal Yusra dan Suranto.  (dok pribadi trisno afandi)

PADANG- Klub Semen Padang FC awal berdiri 30 November 1980. Kala itu bernama Persatuan Sepak Bola (PS) Semen Padang. Klub bola ranah Minang ini didukung dan dikendalikan oleh PT Semen Padang, sebuah perusahaan berstatus Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang industri semen.

Setelah menjalani musim pertamanya berkompetisi di Divisi I Galatama (tingkat kedua dari struktur liga tersebut), tim ini hanya butuh dua musim untuk promosi ke Divisi Utama (kala itu liga tertinggi di Indonesia). Musim perdananya di DU SP finis pada putaran grup di Wilayah Barat.

Atas prestasi rancak yang diraih pemain maka manajemen tim yang kala itu dimanejari oleh Suhaimi Irwan yang kini sudah almarhum mengusulkan ke direksi PT Semen Padang mengangkat para pemain sebagai karyawan. Gayung pun bersambut, Joni Marsinih yang saat itu menjabat Dirut PT Semen Padang menggantikan Azwar Anas yang terpilih sebagai Gubernur Sumbar merestui usulan (alm) Suhaimi Irwan tersebut.

Inilah empat dari puluhan pesepakbola yang kini telah jadi karyawan. Dari kiri Khairil Ansar, Masykur Rauf, Trisno Afandi dan Husaini Ibrahim. Kecuali Masykur Rauf, tiga eks pemain itu kini bertugas di Aceh. (dok trisno afandi)

Tiga tahun setelah berdiri, tepatnya 1983 beberapa pemain diantaranya, Aprius, Syafrianto Rusli, Suranto, Muharman dan Ramlan serta Dahlan dan Zalfi diangkat menjadi karyawan PT Semen Padang Angkatan I.

Empat tahun berikutnya, tepatnya 1989 Angkatan II diangkat pula diantaranya Trisno Afandi, Asfinal, Abdul Azis, Ahmad Sukri, Anton Syofnevil, Afdal Yusra dan Weliansyah serta Masykur Rauf.

Setelah itu, sekitar 1991 diangkat lagi Ricky Darman, Delvi Adri, Taufik Yunus, Endra Mahyuni yang akrab disapa Hendra M terus berlanjut mengangkat Nilmaizar. Terakhir, tahun 2007 pesepakbola yang diangkat jadi karyawan adalah Mai Rahman, kakak kandung Dedi Hartono dan Roni Rosadi yang kini tengah membela Kabau Sirah ke Liga 1 musim 2019.

Seiring perjalanan klub yang pada November mendatang memasuki usia 39 tahun telah puluhan pesepakbola yang telah diangkat menjadi karyawan pabrik semen tertua ini.

Singgalang membahas secara ringkas dan bersambung para legendaris pesepakbola Semen Padang FC yang kini sudah menjadi karyawan bahkan ada yang telah menjabat sebagai Kepala Bidang.

Berikut diantara para legendaris era 1980-an sampai 90-an yang dihuni oleh, Trisno Affandi diposisi penjaga gawang, sektor belakang ada Hendra M, Asfinal, Abdul Azis, Afdal Yusra, dan Muharman. Di gelandang ada Weliansyah, Syafrianto Rusli, Ricki Darman, Masykur Rauf. Posisi pemain sayap (wing) ada Aprius, Ahmad Sukri, dan striker ada Delvi Adri serta Anton Syofnevil.

Singgalang sempat berbincang dengan para legendaris itu seperti Aprius, Senin (13/5). “Saya angkatan pertama diangkat jadi karyawan pada tahun 1983. Kala itu Dirut PT Semen Padang dipegang Bapak Joni Marsinih dan manajer tim, Bapak Suhaimi Irwan,” ujar Aprius membuka ceritanya.

Dilanjutkan Aprius yang urang sangka itu, atas prestasi bagus yang dibuat tim yang saat itu dihuni para pemain asal Padang dan Medan (Sumut) itu maka Suhaimi Irwan mengusulkan kepada Joni Marsinih untuk mengangkat beberapa pemain menjadi karyawan PT Semen Padang. “Alhamdulillah Bapak Joni Marsinih merestui. Sehingga pada angkatan I itu saya bersama yang lainnya diantaranya Syafrianto Rusli, Suranto, Muharman, Ramlan, Dahlan dan Zalfi diangkat jadi karyawan,” jelas Aprius yang menempati posisi wing kanan sebagai pemain itu.

Aprius sudah pensiun semenjak 2016 lalu. Jabatan terakhirnya sebagai Kepala Bidang Penyimpanan Barang Curah.

“Pemain dulu dibanding sekarang beda benar. Dulu kami pakai baju Semen Padang bangga benar walau gaji kecil,” kata Aprius.

“Aprius itu kalau di dalam lapangan tak kenal menyerah, ulet sera gigih dan tidak ada kata kompromi. Sebaliknya kalau di luar lapangan orangnya mudah bergaul dan bahkan suka bercanda,” kata Afdal Yusra saat diminta komentarnya tentang sosok Aprius.

Kemudian sosok striker, Delvi Adri. Penyerang yang satu ini menjadi penyelamat sekaligus bintang bagi Semen Padang saat menjadi juara Piala Galatama tahun 1992. Kala itu, Semen Padang mampu kalahkan Arema Malang di final, berkat gol semata wayang Delvi Adri. Kemenangan itu menghantarkan SP berhak mewakili Indonesia ke Piala Winners Asia 1993-94.

“Delfi itu memang matang. Teknik tinggi, naluri gol dan memang cocok sebagai striker,” kata Aprius mengomentari Delfi Adri.

Trisno Afandi yang dikontak terpisah pun mengucap syukur atas apa yang telah diberikan oleh PT Semen Padang sampai hari ini.

“Saya menjadi pemain 1986. Tiga tahun berikutnya, 1989 diangkat jadi karyawan. Alhamdulillah jabatan saya sekarang Kepala Penjualan Wilayah Aceh,” ujar Trisno Afandi.

“Kalau Trisno (Afandi) itu punya ketenangan dan perhitungan yang bagus kalau sudah berada di bawah mistar gawang,” kata Afdal Yusra soal kelebihan Trisno Afandi. (bersambung)

Loading...