Opini  

Analisis Methamphetamine pada Rambut Pengguna Sabu dengan Menggunakan Gas Kromatografi Spekstroskopi Massa

Ilustrasi.(ist)

Oleh Alqo Risal Pratama/Universitas Perintis Indonesia

Methampetamine dikenal sebagai Kristal Meth atau Ice, dan di Indonesia sebagai sabu-sabu. Sabu memiliki kemampuan dapat membangkitkan secara dramatis ‘pasaran speed’. Penggunaan, dan penyalahgunaan, sabu makin meningkat selama satu dasawarsa penuh. Sabu-sabu selalu dianggap narkoba ilegal yang sangat berbahaya dan merusak. Senyawa aktif dalam sabu-sabu tersebut dapat merangsang Sistem Syaraf Pusat (SSP), maka peredarannya secara illegal dilarang di Indonesia. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika, sabu-sabu termasuk dalam golongan 1 yang peredarannya dilarang di Indonesia (Widayati, 2008).

Sampel yang digunakan biasanya urine, darah, dan rambut. Untuk senyawa hasil metabolit ini memerlukan perlakuan khusus untuk mendapatkan hasil analisis yang optimal. Sampel urine akan terdeteksi setelah 24 jam setelah pemakaian oleh pengguna, darah selama 3 hari setelah pemakaian, dan rambut setelah 6 hari setelah pemakaian Dalam hal ini, metode standard dalam analisis narkotika jenis sabu-sabu sangat diperlukan untuk memastikan apakah seseorang itu pernah menggunakan narkotika ataupun tidak. (Rosani, 2003).

Dengan meningkatnya pengguna sabu-sabu di Indonesia, maka diperlukan optimasi penentuan kadar methampetamin dalam rambut pengguna sabu – sabu menggunakan GCMS. Teknik yang yang telah dikembangkan dalam menganalisis narkotika dari rambut pengguna adalah teknik kromatografi dengan menggunakan Gas Chromatography Mass Spectroscopy (GCMS), Liquid Chromatography Mass Spectroscopy (LCMS) dan Radioimmunoassay

(RIA) test (Hegstad, 2008).

Preparasi Pembanding Methamphetamine Pembanding methamphetamine dilarutkan dalam metanol dan etil asetat, kemudian dibuat konsentrasi standard 0,5 1, 1,5, 2, 2,5 ng/mg.

Sebanyak 1 μg sampel diinjek ke Instrument GCMS.

Preparasi dan ekstraksi rambut pengguna Methamphetamine

  1. Masing-masing rambut dikumpulkan. Sampel dibersihkan dari kotoran selanjutnya disimpan mengunakan aluminium foil. Rambut yang dikumpulkan adalah rambut pengguna sebanyak 10 orang setelah 14 hari menggunakan Sabusabu.
  2. Sebanyak 40 mg ditimbang, dipotong menjadi potongan kecil (1-2 mm), dan dicuci berturut – turut dengan metanol kemudian dikeringkan di udara terbuka.
  3. Ke dalam sampel ditambahkan 2.5 ml campuran Metanol – etil asetat (9:1), dicampur dengan sonikasi  selama  5  menit  (pH  9)  dengan  pemanasan  500C,  kemudian  ditambahkan klofororm  dan  metanol  (  1:1),  disonikasi  selama  5  menit  pada  500C  dalam  bak  Derivatisasi dilakukan menggunakan MSTFA (dengan 1% TMIS) selama 5 menit. Larutan dicukupkan kembali dengan metanol sampai 10 ml.
  4. Kemudian didinginkan pada temperatur ruang, diidentifikasi dengan marquist test dan Porta Drug Test Kit.
  5. Sebanyak 1μl sampel diambil dan diinjeksikan ke GCMS. Kemudian dilakukan interpretasi data.

Analisa GCMS

Meliputi :

  1. Digunakan Gas kromatografi (GC) Agilent digabung dengan Spektroskopi Massa (MS) model 7890.
  2. Kolom yang digunakan adalah HP 5 MS dengan 0,25 mm ID dan 0,25 μl ketebalan film.
  3. Gas pembawa Helium dengan laju konstan 1,5 ml/menit.
  4. Model splitles.
  5. Temperatur injector = 2500C dan temperature interface 2650
  6. Temperatur oven 1500C selama 2 menit dan meningkat menjadi 2800C dengan laju (rate) 100C/menit.

 

Narkotika dalam urine dan darah memiliki keterbatasan dalam hal singkatnya antara waktu analisis di laboratorium dengan waktu pemakaian pengguna, Sampel urine akan terdeteksi setelah 24 jam setelah pemakaian oleh pengguna, darah selama 3 hari setelah pemakaian, dan rambut setelah 6 hari setelah pemakaian. Untuk pemeriksaan setelah satu bulan atau lebih pemakaian, sampel urin dan darah tidak dapat mewakili dari sampel yang diambil, dalam hal ini rambut pengguna sangat membantu untuk pembuktian jenis narkotika yang dikonsumsi. Narkotika tersebut dapat terdeteksi beberapa bulan setelah konsumsi terakhir, hal ini disebabkan karena senyawa tersebut masuk ke akar rambut melalui kapiler dan akan tertanam di batangrambut. Hal ini terjadi dengan penambahan panjang 0,9 – 1,2 cm per bulan. (***)