Agam -Seluas 350 hektar dari 970 hektar lahan pertanian di Nagari Tigo Koto Silungkang beralih fungsi dari tanaman padi tanaman jagung.
Hal ini disebabkan karena irigasi di daerah tersebut rusak paska bencana longsor pada November 2025 lalu.
Penyuluh pertanian Kecamatan Palembayan, Maradona, Rabu (23/9), menjelaskan, kondisi ini terjadi sebagai dampak rusaknya irigasi yang ada terputus karena aliran air induk terputus disebabkan bencana longsor yang terjadi beberapa waktu lalu.
“Kini para petani beralih usaha sementara dari petani padi menjadi petani jagung,” katanya.
Bahkan untuk mendukung program tersebut, pemerintah telah memberikan bibit jagung sebanyak 350 ribu kg pada Desember 2025 dan kemudian ditambah lagi sebanyak 4,500 kg untuk Kecamatan Palembayan.
Meski demikian, para petani akan kembali menanam padi setelah irigasi yang ada diperbaiki sesuai menurut semestinya.
Sebab bagaimanapun, kebutuhan air dari aliran irigasi turut mendukung program tanam padi dalam memenuhi kebutuhan makanan pokok beras masyarakat.
Petani sangat berharap irigasi induk di Alahan Anggang Nagari Tigo Koto Silungkang Palembayan dapat diperbaiki sesegeranya, sehingga irigasi kecil sebanyak 6 lokasi ikut teraliri persawahan.
Keenam lokasi irigasi kecil itu yaitu, Limau Abuang Kiri, Limau Abuang Kanan, Banda Musajik, Banda Baru, Banda Koto dan Banda Kandih.
Mudah mudahan dalam beberapa waktu ke depan, pemerintah akan membangun kembali irigasi yang rusak dan mendorong petani kembali menanam padi.(Mursyidi)
Teks photo
Rusak – Aliran irigasi pertanian yang masih kering paska bencana alam di Nagari Tigo Koto Silungkang Kecamatan Palembayan belum lama ini – mursyidi












