JAMBI – Sebanyak 90 tenaga kerja konstruksi dari Kota Jambi dan Kabupaten Muara Jambi mengikuti pelatihan teknis dan asesmen dalam Temu Jago Bangunan Semen Padang, Minggu (19/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pekerja konstruksi.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pemberian materi teknis mengenai praktik pekerjaan konstruksi yang sesuai standar. Peserta juga mendapatkan pengenalan mengenai produk PT Semen Padang serta pemahaman mengenai penggunaan material yang tepat dalam pekerjaan konstruksi.
Materi yang diberikan mencakup pemahaman dasar pekerjaan konstruksi, teknik pencampuran material, metode aplikasi semen, serta berbagai faktor yang memengaruhi kekuatan dan ketahanan bangunan. Peserta juga diberikan ruang untuk berdiskusi mengenai persoalan yang sering ditemui di lapangan.
Sesi interaktif tersebut memungkinkan peserta memperoleh penjelasan langsung dari instruktur berpengalaman. Dengan metode tersebut, pembelajaran tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga diarahkan agar dapat diterapkan dalam pekerjaan konstruksi sehari-hari.
Setelah mengikuti pelatihan, peserta menjalani tahapan asesmen sebagai bagian dari proses sertifikasi kompetensi. Proses tersebut dilakukan melalui wawancara dengan asesor profesional dari LSP Astekindo Jambi.
Dalam asesmen, pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan pemahaman peserta terhadap standar pekerjaan konstruksi menjadi sejumlah aspek yang dinilai. Peserta yang memenuhi persyaratan akan memperoleh sertifikat sebagai bentuk pengakuan resmi atas kompetensi yang dimiliki.
Program pelatihan dan asesmen tersebut diharapkan meningkatkan kemampuan tenaga kerja konstruksi sekaligus mendorong penerapan standar pekerjaan yang lebih baik. Kompetensi yang meningkat akan berdampak terhadap kualitas, keamanan, dan ketahanan bangunan yang dikerjakan.
Melalui kegiatan ini, PT Semen Padang menunjukkan komitmennya membangun ekosistem konstruksi yang lebih profesional. Tidak hanya menyediakan material berkualitas, perusahaan juga berupaya meningkatkan kapasitas tenaga kerja yang menjadi bagian penting dalam proses pembangunan. (*)












