25 Ribu Lebih LGBT Ada di Sumbar

oleh
Ilustrasi. (*)

PADANG – Perhimpunan Konselor VCT HIV Indonesia (PKVHI) mencatat jumlah lesbian gay biseksual dan tran gender (LGBT) di Sumbar mencapai 25 ribu lebih. Jumlah itu rincian 14.469 orang LSL ditambah waria 2.501 orang dan pelanggan waria 9.024 orang.

Waria 2.501 orang, namun dilihat waria memang sedikit namun pelanggannya 9.024 orang atau 2,5 kali lipat. Pelanggannya pria yang juga bisa dimasukkan dalam kategori LSL.

Penelitian dilakukan bekerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Prov Sumbar. Penelitian menggabungkan pola kualitatif dan kuantitatif. Dengan sampel, terhadap 3 kab/kota, yakni Padang, Bukittinggi dan Solok. Penelitian menggunakan 150 orang responden LGBT.

Data Kementrian Kesehatan mencatat Januari-Maret 2018 angka HIV 10.376 orang, kasus AIDS 673 orang. Rasio HIV antara perempuan dan laki-laki 2 banding 1. Dari kasus tersebut persentasi kasus HIV tertinggi adalah LSL 28 persen, hetero 24 persen, dan lain-lain 9 persen.

Menyikapi data ini Gubernur Irwan Prayitno belum tentu sumbernya benar, namun hasil penelitiannya benar. Karena meski menggunakan pola kualitatif, tetap saja masih ada celah keterangan sumber tidak tepat.

“Perlu diklarifikasi bahwa data yang disampaikan tadi baru estimasi, bukan angka yang sebenarnya. Bisa saja saat diwawancara mereka menjawab bohong,”sebut Irwan.

Riset yang disampaikan lebih kepada memperdalam kepada yang LGBT apa dan bagaimana sebabnya. Melalui konselor bisa memberikan suatu solusi yang tepat. Ini lah guna riset. Riset ini bukan riset BPS yang mengambil sampel dengan angka yang akurat.

“Karena tidak mungkin mereka mengakui secara terbuka,”ulasnya.

Dikatakannya, memang menarik di Sumbar dikenal dengan daerah yang menolak keras LGBT. Sebenarnya bukan daerah yang menolak, tapi Agama yang tertuang dalam Alquran dan Hadis.

“Jadi orang yang tahu agama tidak akan jadi LGBT. Kami ingin simpulkan agar solusinya, kasih tahu agama ke dia. Bahwa ini dosa,”ujarnya.

Untuk itu, Irwan berharap ada solusi terkait LGBT, dengan membenahi keluarga.

“Intinya adalah soal pembinaan, pendidikan di rumah. Tadi ada rekomendasi yang sebagian besar untuk keluarga. Jadi peran keluarga terbesar sebagai sumber utama kemunculan perilaku LGBT ini,”ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Konselor VCT HIV Indonesia (PKVHI) Sumbar, Khaterina Welong menjabarkan situasi Sumbar estimasi 2018 lelaki sama lelaki (LSL) mencapai 14.469 orang. Waria 2.501 orang, namun dilihat waria memang sedikit namun pelanggannya 9.024 orang atau 2,5 kali lipat. Pelanggannya bapak-bapak yang juga bisa dimasukkan dalam kategori LSL. (yose)

Loading...