25 KK Asal Tanah Datar Pilih Bertahan di Sulteng

oleh
Keluarga Afrianto yang menjadi korban gempa dan tsunami di Palu, saat baru mendarat di BIM Padang Pariaman, dan dijemput langsung Kepala Dinas Sosial Yuhardi untuk diantar ke kampung halaman di Kecamatan Sungai Tarab.(humas TD)

BATUSANGKAR – Kendati rumah dan harta benda sudah punah diluluhlantakkan gempa bumi dan tsunami, namun sekitar 25 kepala keluarga (KK) perantau asal Tanah Datar memilih untuk bertahan di Palu, Sigi, dan Donggala.

Bagi yang sudah tak kuat lagi menghadapi cobaan dan musibah itu, Pemkab Tanah Datar memfasilitasi mereka untuk kembali ke kampung halaman, seperti yang dirasakan keluarga Afrianto (34) dengan seorang istri dan tiga anak. Mereka dikirimi uang pembeli tiket pulang dan dijemput ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang Pariaman.

Kepala Dinas Sosial Yuhardi didampingi Kabid Mashuri Maiza menjelaskan, keluarga Afrianto dijemput ke BIM pada Selasa (23/10) malam, lalu diantar ke kampung halaman mereka di Jorong Luak Gadang, Nagari Gurun, Kecamatan Sungai Tarab. Untuk biaya tiket pesawat dari Palu hingga BIM, Pemkab mengirimi uang senilai Rp10 juta.

“Keluarga Afrianto tidak mempunyai apa-apa lagi di Palu. Untuk ongkos pulang, sesuai arahan Bupati H. Irdinansyah Tarmizi, keluarga ini dikirimi uang santunan Rp10 juta. Dananya berasal dari dana sosial,” ujar Yuhardi, sebagaimana disampaikan Kasubag Humas Setdakab Tanah Datar Muharwan , Kamis (25/10), di Pagaruyuang. (mus)

 

Loading...