20 Warga Ikuti Pelatihan Batik Cap, Walikota Pariaman Dorong Lahirnya Industri Rumahan

**Pariaman** – Sebanyak 20 warga mengikuti Pelatihan Pembuatan Batik Cap yang digelar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kota Pariaman di Aula Disperindagkop UKM, Selasa (7/7).

Pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Pariaman, Yota Balad. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Pariaman untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi berbasis rumah tangga.

“Kami bersama Wakil Wali Kota Pariaman memiliki program unggulan *Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga*. Program ini bertujuan memberdayakan setiap rumah tangga dengan keterampilan untuk membangun usaha kecil berbasis rumah, seperti pembuatan batik maupun aneka produk makanan,” ujar Yota.

Menurutnya, pelatihan batik cap tidak hanya bertujuan membekali peserta dengan keterampilan, tetapi juga membuka peluang memperoleh penghasilan secara mandiri dari rumah.

“Kami ingin memastikan peserta tidak hanya mandiri dalam keterampilan, tetapi juga berdaya secara finansial dari usaha yang dijalankan di rumah masing-masing,” katanya.

Baca Juga  Muulai Sabtu, Penumpang Kereta Api Langsung Masuk ke Pantai Gandoriah

Yota berharap para peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh sehingga mampu menghasilkan karya yang berkualitas dan turut mempromosikan Batik Sampan Pariaman agar semakin dikenal luas.

“Saya menginginkan pelatihan ini tidak sia-sia. Peserta harus terus berkreasi agar Batik Sampan Pariaman semakin dikenal masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, apabila hasil produksi batik dari pelatihan tersebut memenuhi standar kualitas, Pemerintah Kota Pariaman berencana mengalokasikan anggaran pengadaan seragam batik gratis bagi siswa Sekolah Dasar (SD) pada tahun 2027.

“Insya Allah pada tahun 2027 kita upayakan batik ini dipakai oleh seluruh siswa SD di Kota Pariaman. Bahkan, kami juga akan berkoordinasi agar siswa SMA di Kota Pariaman turut menggunakannya. Dengan begitu, batik yang diproduksi masyarakat memiliki pasar yang jelas dan manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung,” jelasnya.

Yota juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan serius sebagai bekal membangun usaha dan meningkatkan perekonomian keluarga.

Baca Juga  20 Finalis Bersaing, Duta GenRe Kota Pariaman 2025 Resmi Terpilih

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindagkop UKM Kota Pariaman, Deddy Kurnia Ilahi, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan memberikan keterampilan teknis pembuatan batik cap sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan masyarakat.

“Melalui pelatihan ini kami ingin mendorong lahirnya industri rumah tangga baru, mengubah masyarakat yang sebelumnya hanya menjadi konsumen menjadi produsen kreatif yang mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Deddy menjelaskan, pelatihan berlangsung selama lima hari, mulai 7 hingga 11 Juli 2026, dengan peserta sebanyak 20 orang yang berasal dari berbagai kecamatan di Kota Pariaman. Seluruh peserta merupakan masyarakat yang masuk kategori desil 1 hingga desil 5.

Selain memperoleh materi dan praktik pembuatan batik cap, setiap peserta juga menerima bantuan paket peralatan usaha lengkap, antara lain canting cap, meja cap, wajan, kompor, kain, pewarna, waterglass, serta soda ash sebagai modal awal untuk memulai usaha.