PARIAMAN – Sebanyak 19 anak Kota Pariaman ikuti pelatihan bahasa Jepang dan Inggris di Sukabumi, Jawa Barat. Walikota Yota Balad didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan (DPMPTSP Naker), Gusniyeti Zaunit melepas keberangkatan mereka di lobi balaikota, Jumat (8/8).
“Adinda merupakan anak-anak Kota Pariaman pejuang nafkah untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan layak serta untuk mencapai cita-cita yang luhur untuk memperbaiki kehidupan diri dan keluarga,” ungkap Yota Balad.
Untuk mencapai keberhasilan tidak ada orang yang membantu, keberhasilan tersebut hanya dibantu oleh diri sendiri. Yang terpenting tetap semangat, tunjukan kemauan dan kemampuan , insyallah mudah-mudahan berhasil.
“Kita minta adinda semua serius untuk mengikuti kegiatan ini. Mungkin adinda sudah mencari tahu bekerja di kapal pesiar di luar negeri ada capeknya. Tetapi perlu adinda ketahui hidup ini tidak pernah tidak lelah, tetapi dengan keikhlasan dan semangat, kelelahan tersebut pasti akan hilang”, tuturnya.
Yota Balad menambahkan disiplinlah yang akan berhasil didukung dengan orang yang mempunyai kemauan serta yang mempunyai kemauan dan komitmen bisa dikalahkan dengan orang yang disiplin.
“Mudah-mudahan dengan keberhasilan dalam mengikuti pelatihan bisa memberi contoh kepada generasi muda Kota Pariaman. Kalau banyak peminat nantinya Pemko Pariaman akan tambah. Kalau sekarang hanya 11 orang yang mengikuti pelatihan bahasa Jepang dan 8 orang bahasa Inggris, maka tahun depan atau akhir tahun ini akan kita tambah kalau perlu masing-masing-masing 50 orang”, terangnya.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Naker Kota Pariaman, Gusniyeti Zaunit mengungkapkan sebanyak 19 peserta mengikuti pelatihan di Sukabumi Barat.
“Dari 19 orang tersebut, sebanyak 11 orang mengikuti pelatihan bahasa Jepang untuk bekerja di Jepang. Sementara untuk 8 orang mengikuti pelatihan bahasa Inggris untuk bekerja di kapal pesiar luar negeri”, katanya.
Ia juga menerangkan untuk pelatihan ini mereka belajar selama 3 bulan ke depan. Sedangkan untuk bahasa Jepang berlangsung selama 6 bulan. (agus)












