AGAM,_ — Dalam suasana duka, karena guru SMA 2 Lubuk Basung meninggal dalan usia 55 tahun. Di sela-sela melayat ke rumah almarhumah Zulva Karlina, di Lansano, Selasa (2/9/2026), kabar lain datang mengejutkan Sekda Kabupaten Agam, Dr. M Lutfi AR, M.Si
Lutfi mendapat laporan ada ratusan siswa di Kecamatan Palupuah mengalami gejala keracunan. Dugaan sementara, sumbernya berasal dari makanan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur SPPG.
“Informasi yang kami terima kejadiannya kemarin, tanggal 1 September. Begitu dapat laporan, sekarang juga langsung ke lokasi untuk melihat kondisi anak-anak secara langsung,” kata Lutfi di sela takziah.
Turun ke lokasi, pastikan penanganan
Setibanya di Palupuah, Lutfi mendapati sejumlah siswa sudah dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit terdekat. Total sementara, 146 siswa dilaporkan mengalami gejala yang sama: mual, muntah, pusing, dan sakit perut.
“Saya lihat sendiri anak-anak kita dirawat. Ada yang masih lemas, ada yang sudah mulai membaik. Yang penting sekarang penanganan cepat,” ujarnya.
Menurut Lutfi, Dinas Kesehatan Kabupaten Agam bersama tim medis sudah bergerak sejak malam kejadian. Tim diterjunkan ke sekolah-sekolah terdampak untuk melakukan pemeriksaan dan tindakan medis.
“Dinkes dengan tim medisnya sudah melakukan tindakan medis. Sampel makanan juga sudah diambil untuk diuji lab. Kita tunggu hasilnya biar jelas sumber pastinya,” jelasnya.
Dapur MBG dievaluasi
Lutfi menegaskan Pemkab Agam tidak akan main-main soal keamanan pangan program MBG. Ia menyebut dapur yang menyuplai makanan ke sekolah di Palupuah akan dievaluasi total.
“Ini menyangkut anak-anak kita. Kalau terbukti ada kelalaian di proses pengolahan atau bahan baku, sanksinya tegas. Pengawasan di semua SPPG harus diperketat lagi,” tegasnya.
Ia juga mengimbau orang tua dan pihak sekolah untuk segera melapor jika ada anak yang masih merasakan gejala serupa.
“Kesehatan anak nomor satu. Jangan ditunda. Segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat,” pesan Lutfi.
Kasus di Palupuah menambah daftar panjang dugaan keracunan setelah konsumsi MBG di berbagai daerah. Sebelumnya kasus serupa terjadi di PALI Sumsel, Sleman, hingga Ketapang. Penyebab yang kerap ditemukan BPOM dan Dinkes adalah kontaminasi bakteri seperti _Staphylococcus aureus_ dan _E. coli_, serta air yang tidak memenuhi standar.
Di Agam, program MBG menyasar ribuan siswa SD hingga SMA. Pemkab berjanji akan menambah pengawasan Quality Control di setiap dapur.
Sampai berita ini diturunkan, 146 siswa masih dalam pemantauan tim medis. Sebagian sudah diperbolehkan pulang, sebagian lainnya masih menjalani perawatan.
“Doakan anak-anak kita cepat sembuh. Dan kita pastikan kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tutup Lutfi (MK)












