PARIAMAN – Sebanyak 102 santri SDIT Mutiara Kota Pariaman mengikuti Wisuda Tahfiz dan Akhirussanah Generasi XII yang digelar di Aula Balaikota Pariaman, Sabtu (6/6). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, serta para orang tua, guru, dan tamu undangan.
Dalam sambutannya, Mulyadi menyampaikan rasa bangga dan haru melihat ratusan siswa tingkat sekolah dasar mampu menghafal juz-juz Al-Qur’an dengan baik. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti keberhasilan pendidikan berbasis karakter dan keagamaan yang diterapkan oleh SDIT Mutiara.
Ia menilai momentum wisuda tahfiz ini sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kota Pariaman, yakni mewujudkan “Satu Rumah Satu Hafiz”.
“Melihat 102 anak-anak kita diwisuda tahfiz hari ini merupakan sebuah optimisme besar bagi masa depan Kota Pariaman. Mereka bukan hanya kebanggaan orang tua, tetapi juga aset berharga daerah yang akan membawa keberkahan. Pemerintah daerah akan selalu mendukung lembaga pendidikan yang fokus pada pembentukan karakter berbasis Al-Qur’an,” ujarnya.
Mulyadi menegaskan bahwa Kota Pariaman tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga generasi yang memiliki keimanan kuat, berakhlak mulia, dan mencintai Al-Qur’an.
“Wisuda hari ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari langkah yang lebih panjang. Jangan pernah bosan murajaah atau mengulang hafalan, jaga salat, dan jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Teruslah melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan membawa nama baik almamater dan membanggakan orang tua,” pesannya kepada para wisudawan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Pariaman, Hertati Taher, mengapresiasi keberhasilan SDIT Mutiara dalam menyeimbangkan pencapaian akademik dengan pembentukan karakter dan nilai-nilai spiritual melalui program Tahfiz Al-Qur’an.
Menurutnya, keberhasilan 102 santri yang diwisuda hari ini membuktikan bahwa menjadi seorang hafiz dapat diraih melalui proses pendidikan yang terarah, didukung lingkungan sekolah yang kondusif serta peran aktif para guru dan orang tua.
“Hari ini 102 santri SDIT Mutiara telah membuktikan bahwa menjadi seorang hafiz bukanlah hal yang mustahil. Tantangan pendidikan saat ini memang semakin kompleks, namun berkat kesabaran, keikhlasan, dan profesionalisme para guru, kita dapat menyaksikan anak-anak tumbuh menjadi generasi yang siap melangkah ke jenjang berikutnya dengan bekal Al-Qur’an di dalam dada mereka,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung terwujudnya Kota Pariaman yang maju, religius, dan berbudaya melalui penguatan pendidikan dasar berbasis Al-Qur’an.
“Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi langkah dan perjuangan kita semua,” tutupnya. (agus)












