10 Tahun UUKIP, Keterbukaan Informasi Badan Publik Masih Lips Service

oleh -537 views
Lima Komisioner KI Sumbar kiri ke kanan Sondri, Syamsu Rizal, Arfitriati, Yurnaldi dan Adrian. (foto: ppid-kisb)

PADANG – Hari ini, Senin (30/3/2018) genap 10 tahun UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP) disahkan. Meski efektif dua tahun setelah diundangkan tetap saja keterbukaan informasi baru sebatas lips service.

Komisi Informasi (KI) Pusat memperingatinya lewat forum dialog bertemakan Refleksi Satu Dasawarsa UUKIP di Gedung Kominfo lantai delapan dengan pembicara Dirjend IK Niken dan Komisioner KI Pusat Romanus dan  mantan Anggota DPR RI Paulus Widyanto, dihadiri KI se Indonesia dan badan publik tingkat pusat.

Ketua Komisi Informasi Sumbar Syamsu Rizal mengatakan satu dasawarsa UU 14 tahun 2008 tentang keterbukaann informasi publik adalah momen penting.

“Terus terang para penerima amanat yakni anggota KI di seluruh Indonesia oleh UU diberi wewenang mengawal keterbukaan, menilai masih jauh dari harapan UU, soal keterbukaan informasi publik di negara ini,”ujar Syamsu Rizal.

Bahkan penghargaan terkait 10 tahun UU 14 tahun 2008 belum maksimal.

“Ada Permendagri 3 tahun 2017, aplikasinya di daerah masih banyak yang tidak paham atau pura-pura paham namun penerapannya masih minim,”ujarnya.

Wakil Ketua KI Sumbar Arfitriati juga mengatakan kalau UUKIP dilaksanakan setengah hati oleh banyak badan publik.

“Upaya KI sudah maksimal ada sosialisasi ada, monitoring evaluasi dilakukan ke badan publik, tapi faktanya pengarusutamaan keterbukaan informasi sampai 10 tahun UU KIP, maaf masih berjalan seperti siput,”ujar Arfitriati.

Adrian Tuswandi, Komisioner KI Sumbar ini menilai belum masivenya keterbukaan informasi publik dikarenakan ketakadaan niat pimpinan badan publik.

“Lambat jalannya ya, itu karena ketakadaan niat pimpinan badan publik, dan masih menganggap terbuka informasi adalah momok menakutkan, karena merasa program dan anggaran adalah mereka (badan publik,-red) yang punya dan tahu, rakyat jangan sampai tahu,”ujarnya.

Sedangkan Sondri mengakui kerja keras KI Sumbar masuk empat tahun masa tugas sudah luar biasa.

“Dengan pola pelemahan dilakukan oleh oknum yang tidak pro keterbukaan dan tidak inginkan KI bekerja maksimal, seperti tak ada dana di awal 2007 lalu misalnya, tapi kerja keterbukaan tetap kita gelar, namun kerja-kerja KI Sumbar dalam aplikasi badan publik masih jauh panggang dari api, dan berani saya katakan keterbukaan informasi masih belum prioritas bagi mereka (badan publik),”ujar Sondri.

Demikian juga Komisioner KI Sumbar lainnya Yurnaldi mengatakan keterbukaan informasi publik masih berproses.

“Kerja KI sudah on the track, saya optimis ada cahaya terang keterbukaan di ujung perjalananya, karena proses tidak pernah mengkhianati hasil,”ujar Yurnaldi. (defil)

 

Loading...